LKPI : Elektabilitas Sudirman Said – Ida Fauziyah Unggul atas Ganjar Pranowo – Taj Yasin

SEMARANG, Mediajateng.net – Tiga hari menjelang pencoblosan, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei pendapat masyarakat terhadap dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023.

Berbeda dengan hasil lembaga survei yang sebelumnya telah merilis, LKPI menempatkan posisi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Sudirman Said – Ida Fauziyah berhasil unggul tipis diatas pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin, dengan elektabilitas sebesar 43,1 persen.

“Temuan dan hasil survei tingkat elektabilitas ini dilakukan secara terbuka. Ketika secara spontan responden ditanyakan siapa yang akan dipilih pada Pilgub Jateng tanggal 27 Juni 2018, pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah memperoleh 43,1 persen, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin 37,6 persen dan 19,3 persen tidak memilih,” ujar Direktur Eksekutif LKPI Regional Jawa Tengah, Onesimus Hihika di Kota Semarang, Minggu (24/6).

Begitu juga dengan ketika responden ditanyakan secara tertutup dengan menggunakan contoh surat suara, Onesimus mengatakan, pasangan nomer urut dua ini kembali mengalahkan pasangan petahana Ganjar Pranowo – Taj Yasin.

“Tingkat elektabilitas Sudirman Said – Ida Fauziyah sebanyak 44,9 persen dan sebanyak 38,7 persen memilih Ganjar Pranowo – Taj Yasin dan 16,4 persen tidak memilih,” katanya menjelaskan.

Onesimus menambahkan, ada dua hal pokok yang membuat pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah unggul atas pasangan nomer urut satu dalam temuan survei LKPI. Pertama, kasus dugaan korupsi e-KTP yang menimpa Ganjar Pranowo.

“Kasus ini menggerus elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin, terutama dalam dua bulan terakhir ini. Pemanggilan Ganjar Pranowo oleh KPK semakin menguatkan dugaan di masyarakat akan keterlibatkan Ganjar Pranowo dalam kasus e-KTP,” katanya.

Ditambah lagi penangkapan beberapa kepala daerah yang berasal dari PDIP, kata dia, membuat kepercayaan masyarakat terhadap PDIP menjadi turun. Dimana PDIP adalah partai pengusung utama pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin.

“Yang kedua adalah faktor kebangkitan politik identitas. Tak dapat dipungkiri eskalasi politik nasional juga terasa di Jawa Tengah. Hal ini diperkuat dengan adanya seruan dari Ketua Umum PBNU Said Aqil yang menyerukan kepada seluruh pengurus dan warga Nahdiyin ikut memenangkan Sudirman Said – Ida Fauziyah,” tambahnya.

Seperti diketahui, survei dilakukan mulai tanggal 5 sampai dengan 20 Juni 2018 dengan menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar +/- 2,78 persen.

Tingkat Kepercayaan Survei 95 persen melibatkan 1.245 responden yang tersebar di 27 kabupaten kota di Jawa Tengah, yang diambil dari populasi DPT Pilgub Jateng sebanyak 27.068.125 pemilih.

“Soal validitas data, sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data dari sensus (BPS) terakhir,” pungkasnya.otg-mj