Media Jateng, Semarang – Dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan, tim pengabdian Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi MGPM PJOK SMA Kota Semarang Kamis (17/11/2022).
Sebagai akademisi dosen memiliki kewajiban untuk memkasimalkan fungsi dan perannya dalam dunia pendidikan, oleh karena itulah kegiatan ini dilaksanakan.
Ketua tim pengabdian Buyung Kusumawardhana SPd MKes menjelaskan akademisi bersama-sama praktisi harus terus berkolaborasi dalam upaya memperbaiki mutu Pendidikan.
“Mulai dari kegiatan yang sederhana sampai kegiatan yang kompleks, tidak harus menuggu ada intruksi atau masalah yang dating,” tutur Buyung.
Terobosan kebijakan baru telah diterapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah melakukan transformasi pendidikan.
Oleh karena itu, para akademisi di Universitas PGRI semarang sangat mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Program pendampingan implementasi kurikulum Merdeka bagi MGMP PJOK Kota Semarang ini adalah upaya dalam mendukung kebijakan pemerintah tentang adanya kurikulum merdeka yang gulirkan.
Bergantinya kurikulum membutuhkan pengetahuan guru dalam menentukan capaian pembelajaran, keterampilan mendesain perangkat ajar serta implementasinya dalam pembelaran.
Tim yang di ketua Buyung mempunya beberapa kegaiatan yaitu bimbingan teknik penanaman pemahaman kurikulum merdeka untuk mata pelajaran PJOK SMA, pendampingan guru dalam membuat dan mengidentifikasi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran (ATP) serta pembuatan modul ajar.
Buyung juga mengungkapkan bahwa dengan adanya kurikulum baru ini, guru jangan sampai terjebak hanya sibuk dalam administrasi perangkat pembelajaran saja, namun harus tetap fokus pada tujuan pembelajaran.
Sejauh ini, kegiatan ini disambut baik oleh para guru. Guru merasakan senang jika ada akademisi (dosen) yang mau turun langsung dan berdialog dengan praktisi, karena menambah informasi dan wawasan baru bagi mereka.
Menurut Ketua MGMP PJOK SMA Kota Semarang, kegiatan ini sangat membantu. Kegiatan ini sangat mendukung pemahaman para guru terkait dengan pembuatan perangkat kurikulum baru.
Dia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sertinggi-tingginya dan berharap kalau bisa program pendampingan oleh akademisi bisa dilaksakan secara rutin agar proses implementasi kurikulum merdeka bisa berjalan sesuai tujuan di lapangan. (MJ/60)












