Banjarnegara

Krida Budaya Manunggal, Kesenian Kuda Kepang RW 14 Klampok Banjarnegara Kembali Bergeliat

×

Krida Budaya Manunggal, Kesenian Kuda Kepang RW 14 Klampok Banjarnegara Kembali Bergeliat

Sebarkan artikel ini

Media Jateng – Banjarnegara – Setelah vakum selama lebih dari tiga dekade sejak tahun 1992, grup kesenian kuda kepang Krida Budaya Manunggal (KBM) yang bernaung di RW 14, Dusun Binangun, Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, akhirnya kembali aktif.

Kebangkitan ini ditandai dengan dua kali penampilan di akhir pekan lalu, salah satunya dalam rangkaian tradisi Sadranan, yang sukses menarik perhatian masyarakat.

Ketua Paguyuban KBM, Giyono, menegaskan bahwa kebangkitan ini merupakan bentuk komitmen mereka dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya seni kuda kepang.

Baca Juga: LPQ MULTAZAM Purwareja Klampok Banjarnegara Ikuti Seminar dan Workshop Mukjizat Al-Qur’an 2025: Menyingkap Bukti dan Menggali Teori

“Sebagai pelaku seni, kami memiliki kewajiban untuk terus menghidupkan dan mengembangkan kesenian ini agar tetap lestari, terutama bagi Krida Budaya Manunggal Klampok,” ujar Giyono.

Eksistensi Krida Budaya Manunggal pun telah mendapatkan pengakuan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) legalitas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara serta piagam pengesahan dari Bupati Banjarnegara.

Pengakuan ini semakin memperkuat posisi KBM sebagai salah satu pelaku seni budaya yang sah dan berkontribusi bagi kelestarian tradisi di Banjarnegara.

Di balik kebangkitan ini, terdapat sosok pemuda yang berperan besar dalam mendukung dan mendorong eksistensi KBM.

Dengan semangat dan dedikasi tinggi, ia turut memastikan bahwa kuda kepang RW 14 Klampok terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Krida Budaya Manunggal (KBM) RW 14, Dusun Binangun, Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara

Harapan ke Depan: Krida Budaya Manunggal dan Semangat Hari Jadi Banjarnegara ke-454

Kebangkitan Krida Budaya Manunggal (KBM) di RW 14, Dusun Binangun, Desa Klampok, tidak hanya menjadi momentum penting bagi pelestarian seni kuda kepang, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga warisan budaya daerah.

Baca Juga: Sinergitas Ulama dan Umara di Wonosobo, Optimalkan Pemberdayaan dan Pembangunan Daerah

Ke depan, diharapkan keberlanjutan KBM semakin kuat, dengan regenerasi seniman muda yang mampu meneruskan dan mengembangkan kesenian ini agar tetap relevan di tengah modernisasi.

Momentum Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke-454 menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jati diri budaya daerah.

Dengan usia yang semakin matang, Banjarnegara diharapkan terus mendukung perkembangan seni dan budaya lokal, termasuk kesenian kuda kepang.

Dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk fasilitasi acara, pelatihan, maupun promosi budaya, akan sangat membantu komunitas seni seperti KBM agar semakin berkembang dan dapat tampil di berbagai event, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan KBM.

Dengan adanya dorongan dari berbagai pihak, kesenian kuda kepang dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga berkontribusi terhadap ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

Hari Jadi Banjarnegara ke-454 menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Dengan semangat Manunggaling Rasa, Krida, dan Karsa (Persatuan Rasa, Karya, dan Tekad), diharapkan Krida Budaya Manunggal tidak hanya kembali bangkit, tetapi juga terus berkembang sebagai ikon seni budaya Banjarnegara yang membanggakan.***