Semarang

Kecelakaan di Silayur Masih Terjadi, DPRD Minta Pemkot Semarang Serius Upayakan Jangka Pendek

×

Kecelakaan di Silayur Masih Terjadi, DPRD Minta Pemkot Semarang Serius Upayakan Jangka Pendek

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang,- Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyayangkan pemerintahan setempat yang kurang serius menangani turunan atau tanjakan Silayur, yang masih menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono. Dirinya ikut prihatin dengan insiden kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Menurutnya, ada sejumlah tindakan yang bisa diambil Pemerintah Kota Semarang dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan di Silayur.

Baca juga :

Calon Ketua HIPMI Kota Semarang Mengerucut Tiga Nama, Siapa Saja Mereka?

Beberapa langkah memang sudah dilakukan Pemerintah Kota Semarang, diantaranya pembatasan jam untuk angkutan seberat di atas delapan ton.

“Saya kira kalau dilakukan secara konsisten, diawasi dengan sungguh-sungguh serius, gabungan aparat dishub dan kepolisian, saya kira bisa diantisipasi. Itu sudah dipertimbangkan,” kata Suharsono, Jumat (28/2/2025).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengusulkan adanya jalur penyelamat, seperti halnya di jalan tol. Hanya saja perlu dikaji mengingat perlu adanya pembebasan lahan.

Baca juga :

Maju Ketua Hipmi, Cahyo Adhi Widodo Janji Jembatani Pengusaha Muda dengan Pemerintah Kota Semarang

“Kami mempunyai pandangan sebagaimana di jalan tol itu kan juga ada jalur penyelamatan. Dibikin di dua sisi, di turunan dan tanjakan,” terang dia.

Disinggung terkait pelandaian jalan, menurutnya wilayah Silayur tidak memiliki topografi datar-tanjakan-turunan melainkan tanjakan terus hingga ke wilayah BSB City.

Suharsono mengungkapkan jika pelandaian jalan bisa saja menjadi salah satu upaya. Namun perlu perlu pelandaian panjang dan ketinggian jalannya tidak datar namun hanya berkurang sedikit.

Baca juga:

Investasi di Jateng 2024 Capai Rp88,44 triliun, Serap 409.338 Tenaga Kerja

“Kalau dilandaikan mungkin bisa tapi dalam jarak yang sangat panjang, mungkin sampai BSB. Itu pun tidak datar tapi hanya tidak terlalu tinggi. Itu butuh waktu dan biaya. Tidak bisa pendek seperti di Hanoman,” ujarnya.

Sementara itu, untuk upaya jangka panjang yang bisa dilakukan pemerintah kota yakni pembanguan outer ring road yang menghubungkan Semarang dengan Pantura.

Selain memberikan akses untuk kendaraan barang berat, outer ring road ini akan mempercepat perekonomian.

“Outer Ringroad Selatan tentunya yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat perekonomian di wilayah Selatan dan menghubungkan antar Kawasan Industri,” tandasnya. (ot/mj)