Kader Seruni Harus Bisa Berbicara Untuk Menekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan Di Kota Semarang

Semarang – mediajateng.net

Angka kasus kekerasan terhadap perempuan di kota Semarang, masih memperlihatkan tren peningkatan.Tercatat hingga tahun 2016, terdapat 199 pengaduan terkait kasus kekerasan yang diterima oleh Pusat Pelayanan Terpadu Seruni Kota Semarang, dari tahun lalu sebanyak 188 pengaduan. Untuk itu, aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Seruni Kota Semarang, Ninik Joemunita meminta seluruh kader yang tersebar di setiap kecamatan untuk bekerja dan berani berbicara di tengah masyarakat.

“Mereka harus bisa berbicara, memberikan penyadaran ditengah masyarakat, bahkan ketika saat menemukan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan di lapangan. Menjadi garda terdepan, para kader ini perlu untuk dilatih bagaimana berbicara dan bersosialisasi secara aktif.” kata Ninik usai menyelenggarakan kegiatan Public Speaking bersama kader PPT Seruni, di kawasan Semarang Barat.

Lebih lanjut Ninik juga menjelaskan menekan angka kekerasan terhadap perempuan, khususnya melalui penegakan hukum dan bantuan hukum ini, sangatlah penuh dengan tantangan. Di ranah hukum pidana, korban kekerasan dalam rumah tangga seringkali diikuti dengan kondisi psikis yang labil. Mereka mengharapkan ada kepastian bahwa pelaku tidak melakukan kekerasan lagi, namun disisi lain muncul dilematis jika harus melalui upaya pidana.

“Seringkali minimnya alat bukti dan saksi menjadi penghambat proses hukum.” tegas Ninik (MJ-202)