Judi Cap Jikia masih menghantui wilayah Hukum Polres Grobogan

GROBOGAN- mediajateng.net

Kendati jajaran Kepolisian terus melakukan pengungkapan tindak perjudian, namun judi toto gelap (togel) masih menjadi ‘hantu’ diwilayah hukum Polres Grobogan.

Judi dengan lima kali bukaan sekelas Cap Jikia, hingga Togel Hongkong menjadikan kesempatan ‘mimpi’ untuk keluar dari kemiskinan.

Karenanya, tidak saja Yudi, yang disebut sebagai salahsatu bandar namun petugas juga sempat mengamankan seorang pelajar yang bertindak sebagai kurir untuk menghantar ribuan lembar rekap Cap Jikia cap Eyang Sumo.

Salahsatunya yang dilakukan jajaran Sat Reskrim Polres Grobogan dalam memerangi (pekat) penyakit masyarakat yakni judi jenis cap jie kie akhirnya membuahkan hasil, tak tanggung – tanggung Bos besar judi cap Jikia yakni Wahyudi (51) alias Yudi warga Desa Depok, Kecamatan Toroh.
Bos judi Cap Jikia cap Eyang Sumo ini, dibekuk petugas bersama dua anak buahnya yakni Slamet (41) dan Karmain (41).
Penangkapan Big Bos cap jie kie ini sontak membuat publik kaget, pasalnya Yudi ini cukup di kenal oleh publik sebagai Big bos cap Jikia yang cukup kuat, karena Yudi tidak pernah di tangkap oleh petugas.

Di hadapan petugas Yudi mengaku, bahwa kegiatan cap Jikia yang dikelolanya mampu mengeruk uang dari warga Grobogan hingga omzetnya menyentuh Rp 3 juta per pembukaan.

Karenanya, dengan buka 5x putaran atau pengundian maka dirinya mampu mengeruk uang hingga Rp 15 juta parhari atau Rp 450 juta per bulan.

“Sekali putaran ada sekitar Rp 3 juta, jika dalam sehari 5x putaran,” aku Yudi agak berbelit.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, SIK dengan di dampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono menjelaskan, penangkapan bandar judi cap Jikia, kami berharap judi jenis cap Jikia bisa berhenti total.

Namun, diakui Kapolres yang mendapat tugas baru di Mapolres Kudus, mulai Rabu (15/3), pemberantasan judi bukan saja bisa dilakukan dengan penegakan hukum oleh pihak Kepolisian saja.
Namun, pencegahan dini dengan diberikanya pengertian oleh pemuka agama diharapkan menjadi solusi yang bisa menyadarkan warga Grobogan.

“Saya berharap, pemuka agama dalam kotbahnya terus mengingatka jika judi bukan langkah terbaik untuk mencari uang banyak,” tambahnya.

Lebih lanjut Eko menambahkan bahwa terhitung sudah ada 32 pelaku judi cap Jikia dari 26 TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan barang bukti uang Rp 100 juta.

“Dari hasil oprasi pekat kami sudah menangkap 32 pelaku judi cap jie kie dari 26 TKP beserta barang bukti berupa uang Rp 100 juta,” imbuhnya (MJ-505)