GroboganJawa Tengah

Jagung dan Padi Dihancurkan Tikus. Puluhan Polisi Grobogan Turun ke Sawah

×

Jagung dan Padi Dihancurkan Tikus. Puluhan Polisi Grobogan Turun ke Sawah

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Grobogan – Bencana serangan tikus landa Kabupaten Grobogan akibatkan tanaman milik petani rusak dan akibatkan gagal panen.

Bencana serangan tikus yang merajalela berdampak pada terancamnya kedaulatan pangan di salah satu penyangga pangan Provinsi Jawa Tengah tersebut. Sebagai upaya untuk mendukung program ketahanan pangan, Polsek Pulokulon Polres Grobogan menggelar kegiatan gropyokan tikus bersama warga di Desa Sembungharjo.

Gropyokan tikus dengan menurunkan puluhan personil polisi guna membantu petani dilakukan dalam rangka mengendalikan populasi hama tikus yang meresahkan para petani.

Aksi yang juga dilakukan bersama Koramil dan Perangkat Desa Sembungharjo itu, merupakan respon cepat yang dilakukan Polsek Pulokulon atas keluhan petani yang mengalami kerusakan tanaman akibat serangan tikus dalam beberapa minggu terakhir.

Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto menegaskan, pihaknya berkomitmen membantu warga dalam bidang pertanian yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Menurut AKP Danang Esanto, pengendalian hama tikus secara bersama-sama seperti ini, terbukti lebih efektif dibandingkan upaya perorangan.

“Hari ini, kami bergerak bersama untuk membasmi hama tikus di area persawahan warga. Ini bagian dari upaya menjaga hasil pertanian agar tetap maksimal, sekaligus merupakan bentuk kepedulian kami terhadap petani,” ujar Kapolsek Pulokulon.

Serangan hama tikus di area pertanian, sangat merugikan para petani. Terlebih saat masa tanam seperti sekarang.

Dalam kegeiatan gropyokan tikus ini, tak kurang dari 600 ekor tikus yang merusak tanaman dan menjadi musuh para petani, berhasil ditangkap.

AKP Danang Esanto juga mengimbau warga agar tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena sangat berbahaya dan telah menimbulkan korban jiwa di beberapa wilayah.

“Kami berharap, masyarakat tidak menggunakan jebakan listrik karena itu bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mari kita gunakan cara-cara tradisional yang aman dan ramah lingkungan,” tegas AKP Danang Esanto.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara kepolisian dengan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

Bencana serangan tikus tidak saja mengakibatkan tanaman rusak. Namun, tanaman siap panenpun menjadi sasaran tikus. Buah yang tinggal menunggu panen dimakan tikus hingga tertinggal batangnya. Akibat serangan tikus, petani mengalami kerugian cukup besar.

Tidak hanya sekali ini, serangan tikus sempat melanda sejumlah kawasan pertanian di Kabupaten Grobogan. Saat puncak bencana petani sempat mengalami gagal panen sekitar dua tahun.

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang dipimpin Kadinas Dr Sunanto menggelar gropyokan tikus secara menyeluruh dengan melibatkan kelompok tani. Bahkan, untuk memberikan semangat gropyokan dilombakan dengan hadiah puluhan juta rupiah.