Semarang

Jadi Motor Pertumbuhan Baru, Dewan Minta Pemkot Semarang Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif

×

Jadi Motor Pertumbuhan Baru, Dewan Minta Pemkot Semarang Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang, – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, terus mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan fasilitasi bagi pelaku ekonomi kreatif agar bisnis dan produknya lebih berkembang.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, potensi ekonomi kreatif di Kota Semarang sangat besar dan perlu dukungan serius dari pemerintah daerah agar mampu berkembang menjadi sektor unggulan yang berkelanjutan.

“Sangat luar biasa potensinya. Di Kota Semarang yang paling menonjol itu kuliner, kemudian musik, kriya, dan fashion. Kalau bisa dioptimalkan, kuliner bisa jadi motor penggerak utama ekonomi kreatif di kota ini,” ujarnya pada Kamis, (4/12/2025).

Sektor ekonomi kreatif perlu diperkuat melalui peningkatan kemampuan promosi dan strategi pemasaran. Ia mendorong Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang memperluas pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, mulai dari permodalan hingga pemasaran.

“Program dari Dinas Koperasi dan UMKM luar biasa, tapi tetap perlu dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar pelaku ekonomi kreatif ini benar-benar naik kelas,” tegas Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang tersebut.

Saat ini, daya beli masyarakat Kota Semarang cenderung bergerak lebih lambat dibandingkan kota besar lain di Indonesia. Namun, ini justru bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha.

“Kalau di kota lain sesuatu sudah happening, di Semarang biasanya baru ramai dua sampai tiga tahun kemudian. Ini sebetulnya keuntungan bagi pengusaha di sini karena bisa menyiapkan strategi lebih matang,” terangnya.

Di Kota Semarang, saat ini banyak muncul berbagai titik aktivitas ekonomi kreatif baru di Semarang. Seperti Kopi Jalan Pahlawan, Blok GM di Jalan Gajah Mada, dan Kopi Pecinan yang ramai dikunjungi anak muda.

“Anak-anak muda ini kreatif sekali. Dengan modal kecil, mereka bisa menarik pembeli banyak. Pemerintah harus hadir memberi wadah agar geliat seperti ini terus berlanjut, tidak hanya tren sesaat,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi sebuah potensi tersendiri. Namun dia menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pelaku usaha tanpa menghambat aktivitas ekonomi di lapangan.

“Di kawasan seperti Jalan Pahlawan misalnya, masalahnya sering di parkir dan jam operasional. Pemerintah harus membuat aturan yang berpihak pada pengusaha, tapi tetap menjaga ketertiban,” tutupnya.(ot/mj)