Harga BBM Naik Saat Ekonomi Masih Sulit, Partai Demokrat : Bikin Rakyat Semakin Terpuruk

Banjarnegara, mediajateng.net, – Ketua DPC Demokrat Kabupaten Banjarnegara I Putu Dodi ikut menyikapi kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai kurang tepat disaat ekonomi rakyat masih sulit.

Tak heran sebagai bentuk penolakan kenaikan harga BBM, berbagai unjuk rasa dilakukan di berbagai kota untuk mengkritisi pemerintah agar peka terhadap kesulitan ekonomi yang masih dialami rakyat.

Menurut I Putu Dodi, kenaikan harga BBM yang sangat tinggi disaat ekonomi rakyat sedang sulit membuat masyarakat kecil sangat terpukul. Pasalnya, kenaikan BBM memicu kenaikan semua kebutuhan pokok sehari-hari serta berdampak pada semua sektor di masyarakat.

“Kebijakan kenaikan harga BBM ini membuktikan Pemerintah kurang peka terhadap rakyat. Saat ini banyak masyarakat masih dalam kondisi sulit dampak dari pandemi Covid-19 dan sekarang Pemerintah justru terkesan memaksakan proyek-proyek yang tidak langsung menyentuh kehidupan rakyat,” katanya kepada mediajateng.net.

I Putu Dodi membeberkan banyak mega proyek pemerintah yang menggunakan dana APBN dikerjakan di saat situasi dan kondisi Indonesia belum membaik. Baik dari kondisi ekonomi maupun kepercayaan publik. Namun upaya penghematan anggaran ini tidak terlihat.

“Partai Demokrat berpendapat tidak melihat upaya pemerintah untuk berhemat. Masyarakat justru diminta untuk hidup lebih sulit dengan menaikkan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok, ” tambahnya.

Lebih ironis lagi, ditengah situasi dan kondisi yang masih sulit, para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat. Selain itu juga, tidak terlihat adanya tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah.

Lebih lanjut I Putu Dodi menambahkan kenaikan harga BBM saat ini sangat bersebrangan dengan Tema HUT Kemerdekaan RI ke 77 tahun ini. Ungkapan “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” disebut hanya pemanis belaka.

“Situasi secara umum belum pulih, kenaikan BBM ini justru akan semakin membebani rakyat. Apalagi untuk bangkit dari kesulitan, jelas masyarakat akan semakin berat bebannya,” pungkasnya.(ot/mj)