Semarang

Gelaran Sesaji Rewanda Goa Kreo Ingatkan Warga Kota Semarang Untuk Tanam Pohon

×

Gelaran Sesaji Rewanda Goa Kreo Ingatkan Warga Kota Semarang Untuk Tanam Pohon

Sebarkan artikel ini

Semarang, MediaJateng.net – Meningkatnya polusi udara di Kota Semarang akibat emisi karbon mendorong Agustina, Wali kota Semarang untuk menggalakkan gerakan menanam pohon sebagai langkah awal yang nyata. Dirinya menyampaikan seruan ini seusai menghadiri acara Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati, Sabtu, 12 April 2025.

“Program menanam pohon ini menjadi hal utama yang bisa dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Agustina.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya pembentukan tim khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk merumuskan strategi pengurangan polusi, termasuk penelusuran potensi pencemaran dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor.

Baca juga : Kualitas Udara Kota Semarang Buruk, Alat Monitoring Udara Perlu Dipasang Lagi

Kualitas udara di Kota Semarang pada Sabtu, 12 April 2025, berada dalam kategori sedang berdasarkan data real-time dari platform pemantauan udara IQAir.

Berdasarkan informasi dari stasiun pemantauan RespoKare Mask di Karangturi, indeks kualitas udara (AQI) tercatat pada angka 90.

Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara masih dapat diterima untuk sebagian besar individu, namun kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan disarankan untuk membatasi aktivitas luar ruangan.

Baca juga : Mau Jadi Kota Pariwisata, Agustina Walikota Semarang Siap Gelar Musrembang Pariwisata

Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Semarang saat ini mencapai 15,9 µg/m⊃3;, atau 3,2 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di tengah seruan soal lingkungan tersebut, Sesaji Rewanda menjadi ruang refleksi untuk mengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa acara budaya tahunan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud syukur, pelestarian sejarah, dan pengingat tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara—semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” pungkas Agustina.