Efek Manfaat Sepucuk Daun Teh Hijau

Founder Nala Organic Tea, Ratih Anggun Perdhani saat berbicara dalam kelas sehat bertajuk Kebaikan Teh untuk Keluarga di Kebun Kota Mekar Sari, Lamper Kidul, Semarang

SEMARANG, mediajateng.net – Secangkir teh bukan hanya menjadi sekedar penyegar dahaga di tenggorokan, seperti yang tengah menjadi tren kuliner saat ini. Teh harus dikembalikan kepada ranah sesungguhnya, yaitu memberikan manfaat menyehatkan tubuh, obat-obatan, bahkan bahan kosmetika.

Menurut Ratih Anggun Perdhani, sebagai founder Nala Organic Tea, sepucuk daun teh dapat memberikan efek manfaat yang berbeda bagi tubuh melalui metode pemetikan maupun pengolahan yang berbeda pula.

“Sepucuk daun teh hijau yang memakai proses sangrai, itu saja sudah memberikan manfaat menurunkan resiko penyakit jantung stroke sebesar 10 persen dan mencegah penyakit kanker. Dengan menggulung daun teh oolong saja kemudian kita sangrai, kita akan mendapatkan manfaat pembakaran kalori yang maksimal hingga efeknya menurunkan berat badan,” ungkap Ratih saat berbicara dalam kelas sehat bertajuk Kebaikan Teh untuk Keluarga, Minggu (22/12) di Kebun Kota Mekar Sari, Lamper Kidul, Semarang

Senyawa katekin dalam sepucuk daun teh menjadi unsur paling penting yang harus dipertahankan dalam proses pengolahan teh, karena ternyata memiliki unsur antioksidan paling tinggi menyehatkan tubuh. Persoalannya , cara kita menyeduh teh lah yang seringkali salah kaprah.

“Teh harus diseduh tidak terlalu lama, karena akan memberikan efek over ekstraksi. Gunakanlah air pegunungan untuk mendapatkan kandungan yang maksimal. Teknik suhu saat menyeduh perlu diperhatikan. Seperti teh hijau tidak dapat diseduh dengan air yang sangat panas. Dicampur dengan susu justru akan mengurangi khasiat dari teh hijau.” tambahnya

Kelas Sehat “Kebaikan Teh untuk Keluarga” mendapatkan antusiasme dari masyarakat. Khususnya kaum ibu dari kelompok tani kebun kota.

“Setahu saya semua daun teh mau yang dipetik pucuknya atau tangkai dibawahnya, hasilnya tetap sama begitu pula rasanya. Berkutat di sektor rumah tangga tentu sangat familiar dengan teh, kelas ini sangat membuka pemahaman untuk membuat teh yang lebih sehat untuk keluarga,” kata Indun, anggota kelompok tani kebun kota.

Kelas Sehat menjadi agenda rutin yang digelar oleh penggiat komunitas Pasar Sehat Semarang setiap bulannya. Mengangkat tema pengolahan teh harapannya adalah mengembalikan unsur sehat dari kekayaan lokal komoditas teh.

“Dibalik kandungan kafein dalam secangkir teh, masih ada kandungan lain yang menyehatkan. Kenapa begitu kita meminum teh, badan menjadi berkeringat.  Itulah tanda – tanda badan mulai membaik,” jelas Intan, selaku Koordinator Pasar Sehat Semarang (Edo-MJ)