Dua Perempuan Cekcok Karena Hutang Berujung Penganiayaan

GROBOGAN, Mediajateng.net – Cekcok antara penagih hutang dengan yang ditagih terjadi di Kabupaten Grobogan. Peristiwa ini terjadi di Dusun Cabeyan, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Minggu (20/12/2020). Akibatnya, seorang perempuan terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka yang parah.

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa ini bermula saat Wartanita Damanik alias Lala (43), warga Perumahan Ayodya I Kecamatan Purwodadi, mencari keberadaan IS (24) di pasar, tempat yang bersangkutan bekerja sebagai pedagang ayam. Namun, saat sampai di pasar, ia tidak menemukan IS. Lala langsung mendatangi rumah IS di Dusun Cabeyan, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi. Kedatangan Lala dimaksudkan untuk menagih uang angsuran yang seharusnya dibayarkan IS.

Sesampainya di rumahnya, Lala meminta kepada IS untuk segera melunasi hutangnya. Namun, kondisi IS yang sedang sakit tersebut meminta maaf akan membayar angsurannya setelah dia sembuh dari sakitnya. Namun, pernyataan tersebut tidak direspon baik Lala. Dari keterangan IS, Lala terus mengungkapkan pernyataan kasar yang membuatnya emosi dan berdampak pada pembacokan tersebut.

Pelaku mengakui perbuatannya saat diperiksa unit Reskrim Polsek Purwodadi. Foto : ag/ist.

“Saya sempat minta maaf kepada Lala, kalau saya belum punya uang cash. Hutang saya cuma Rp 1,5 juta diangsur 12 kali, dan per bulan bayarnya Rp 150 ribu. Sebenarnya, kalau saya mau bayar, ya saya bisa bayar, namun karena saya sedang sakit dan libur, saya minta maaf belum bisa bayar. Justru, dia (Lala-red), tidak terima. Malah saya dibilangi kasar sama dia,” ujar IS, saat diperiksa petugas reskrim Polsek Purwodadi.

Pisau tajam tersebut dipukulkan pada kepala korban sebanyak satu kali dan disabetkan ke arah tubuh korban berulang kali dan membuat korban mengeluarkan banyak darah. Saat itu juga, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ditangkap

Setelah kejadian tersebut, suami korban, Jadisman Saragih (44) langsung melaporkan tindakan IS tersebut ke Mapolsek Purwodadi. Hal tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Purwodadi, Iptu Sunarto.

“Hari ini Polsek Purwodadi menangani kasus penganiayaan antara Lala dengan IS. Yaitu Lala dan Indang. Kejadiannya di Dusun Ngraji, Desa Cabeyan, Kecamatan Purwodadi. Permasalahannya hutang-piutang antara IS dan Lala. Sebelum kejadian, korban sempat mencari IS, namun tidak ditemukan. Kemudian, Lala datang ke rumah pelaku untuk menagih hutang. Pelaku mengatakan belum bisa membayar,dan membuat korban yang saat itu emosi langsung mengambil pisau dapur yang ditaruh di atas meja dan diarahkan padanya.”

“Namun, cekcok antara keduanya semakin sengit. Pelaku dikejar korban ke dapur. Saat di dapur tersebut, karena takut pelaku langsung mengambil pisau pemotong daging yang disimpan di dapur dan memukulkan ke arah korban hingga mengeluarkan darah,” jelas Iptu Sunarto.

Setelah mendapatkan laporan dari suami korban, unit Reskrim Polsek Purwodadi mencari keberadaan pelaku di rumahnya. Pelaku akhirnya dapat diamankan dan langsung dibawa ke Mapolsek Purwodadi untuk diperiksa petugas.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita satu buah pisau, satu helai kain daster warna biru milik pelaku yang masih ada noda darah, serta satu buah jaket abu-abu penuh noda darah yang dipakai korban dan satu buah pakaian poenuh noda darah yang juga dipakai korban.

Usai pemeriksaan, pelaku dijebloskan ke tahanan Polres Grobogan. Pelaku dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. (ag-mj)