DPRD Grobogan Dan DPRD Magelang Bahas Kerjasama Aset Pemprop Pemkab

GROBOGAN – mediajateng.net

Obyek wisata alam hingga saat ini masih menjadi andalan pemerntah Kabupaten Grobogan. Seperti Obyek wisata Alam Api Abadi Mrapen, di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, kemurnian gas yang mampu mengeluarkan api membuat obyek menjadikan Kabupaten Grobogan dikenal tidak saja di sekala nasional namun juga internasional.

Namun begitu, obyek yang diawal dikuasai oleh pihak swasta selaku ahli waris dan saat ini telah dibeli oleh pemerintah provinsi (Pemprop) Jateng, belum juga dapat dikelola guna memberikan pemasukan dari sektor pendapatan.

Budi Susilo, Ketua Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Grobogan, dalam pertemuan dengan Komisi II DPRD Kabupaten Magelang menjelaskan, api alam yang keluar secara alami, watu bobot yang dikenal sebagai alas Empu Supo untuk menempa keris pesanan Sunan Kalijaga ditambah keberadaan kolam air yang sebelumnya telah menyerot anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pemerintah Kabupaten Grobogan cukup besar, belum bisa memberikan pemasukan guna mendukung pembangunan daerah.

Beruntung, saat ini aset Mrapen sudah berhasil dibeli oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Karenanya, dikemudian hari diharapkan dalam pengelolaannya Pemerintah provinsi bisa melibatkan pemerintah Kabupaten Grobogan. Sehingga, api abadi yang selalu menjadi lambang semangat yang membara bisa menjadi sumber pendapatan yang tidak pernah padam bagi Kabupaten Grobogan.

“Antara Ketep Pas, Magelang dengan Mrapen, di Kecamatan Godong ada kemiripan. Jika di Mrapen Pemkab sempat memprioritaskan pembangunan wisata Mrapen, sedang Ketep Pas Magelang telah ada pengelolaan bersama antara Pemkab dengan Pemprop,” ungkap Budi Susilo.

“Kita berharap komunikasi antara Pemkab Magelang dengan Pemprop bisa berhasil sehingga Pemkab Grobogan juga bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari obyek wisata Mrapen yang saat ini dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jateng,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Drs H Soeharno, mengungkapkan, permasalahan pengolahan aset Mrapen dengan Ketep Pas, modal dibangun bersama antara Pemprop dan Pemkab. Ketika pembangunan khususnya sektor wisata yang dilakukan oleh Pemprop membuat pariwisata lebih maju, diharapkan akan lebih meningkatkan anggaran pendapatan daerah.

“Kedepan kita harapkan agar penanaman modal oleh Pemprop bisa menjadi bagian dari penambahan modal untuk meningkatkan pendapatan kabupaten. Selama ini Ketep Pas Magelang masih dikelola bersama antara Pemprop dan Pemkab. Jadi bagi hasil dari pendapatan sekitar Rp 5 miliar dibagi dua wilayah setelah dikurangi biaya opersional,” tambahnya.(MJ-505)