Dibangun Patung Proklamator RI, Polder Tawang Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Lama

Semarang, Mediajateng.net, – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun patung Proklamator RI, Soekarno, yang berlokasi di Polder Tawang Semarang. Pembangunan patung ini sebagai salah satu bentuk penataan ulang di kawasan tempat pengandalian banjir di Kota Lama ini.

Rencananya patung akan dibuat dari bahan perunggu dengan tinggi sekitar 10 meter dan pondasi empat meter. Patung ini dirancang Ketut Winarta, adik dari I Nyoman Nuarta.

“Penataan Kawasan Polder Tawang merupakan bagian Kerjasama PT.KAI dengan Pemkot Semarang, karena Polder Tawang dan Stasiun Tawang merupakan bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang,” kata EVP PT KAI Daop 4 Semarang, Muhammad Nurul Huda, saat meninjau lokasi pembangunan di Polder Tawang Semarang, (5/8/2020).

Sesuai dengan perencanaan, sebelum dibangun akan dilakukan proses pengeringan polder untuk mengetahui dasar polder. Menurutnya, setelah itu akan dibangun pemasangan tiang pancang, dengan ketinggian alas sekitar empat meter.

“Saat ini dilakukan sterilisasi dengan menutup Polder Tawang untuk umum,” jelasnya.

Selain patung, Huda menjelaskan jika PT.KAI juga akan membangun masjid dan gerbang di Polder Tawang. Nantinya jika sudah teralisasi, Polder dan Stasiun Tawang akan menjadi obyek wisata baru yang merupakan bagian dari Kawasan Kota Lama Semarang.

“Jadi bukan hanya untuk transportasi, namun juga bisa terintegrasi dengan obyek wisata yang ada di Kota Lama,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager dari PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM) Sugeng Saputro, menambahkan jika pengerjaan patung di Polder Tawang tidak akan menganggu fungsi resapan atau penyimpanan air.

“Karena kita pasang tiang pancang,untuk itu sementara ini sengaja dikeringkan. Tujuannya agar tahu dasar dari Polder Tawang seperti apa, setelahnya akan dibangun tiang pancang,” jelasnya.

Untuk lama pengerjaan, diprediksi akan memakan waktu 300 hari. Sementara anggaran yang dikeluarkan, kurang lebih mencapai Rp 11 miliar. (ot/mj)