Media Jateng, Semarang, – Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatra menjadi sorotan kota/kabupaten lain dalam penanganan bencana terutama di Kota Semarang. Semarang yang rutin dilanda banjir tiap tahunnya, harus bisa berkaca dari kejadian bencana Sumatra.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Suharsono mengatakan penguatan infrastruktur kota bisa dilakukan untuk menghadapi potensi banjir yang terjadi setahun sekali itu.
“Saat bencana banjir besar mengguncang Sumatra, kami melihatnya sebagai momen penting bagi kami di Semarang untuk lebih serius dalam merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan. Kami harus memastikan bahwa Kota Semarang tidak hanya siap merespons setelah bencana, tetapi lebih dari itu, siap mencegahnya,” jelasnya pada Selasa, (2/12/2025).
Suharsono menegaskan bahwa banjir yang merendam sejumlah wilayah beberapa waktu lalu, menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup parah, terutama jalan. Pentingnya respons cepat pemerintah terhadap laporan warga, terutama perbaikan pasca banjir.
“Jalan-jalan yang terdampak banjir harus segera diperbaiki. Kalau memang aspal ya segera diaspal. Beton pun tetap terdampak setelah terendam lama, apalagi jalan berlapis aspal,” ujarnya.
Selain itu, politisi PKS itu juga mendorong pemerintah melakukan review RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Menurutnya, RTRW Kota Semarang terakhir direview tahun 2021, sehingga pada 2026 evaluasi itu sudah dapat dilakukan.
“Penanganan banjir tidak hanya di hilir, namun juga perlu perhatian serius di hulu,” tambahnya.(ot/mj)












