Cegah Penyebaran COVID-19, Walikota Semarang Bubarkan Kerumanan Warga  

Semarang, Mediajateng.net, – Walikota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Semarang berkeliling menyisir sejumlah daerah pada tengah malam, Rabu (8/4).

Walikota ingin memastikan warganya tertib dalam mengikuti anjuran pemerintah, untuk membatasi diri beraktifitas di luar tempat tinggal. Dirinya langsung meminta kepada masyarakat untuk pulang saat menemukan ada yang masih berada di luar pada beberapa tempat.

Walikota yang akran disapa Hendi ini mengungkapkan, apa yang dilakukannya adalah demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kota yang dipimpinnya tersebut.

“Malam ini saya ingin memastikan teman – teman di satuan tugas Camat, Lurah, Kapolsek dan Danramil terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar yang tidak mendesak,” tegasnya.

Ia juga mengingat masyarakat yang bertemu dengan dirinya untuk menyadari bahwa cara untuk memutus mata rantai COVID-19 adalah dengan Stay At Home. Dirinya pun merasa prihatin karena masih menjumpai masyarakat berkumpul pada malam hari di berbagai tempat, seperti tempat hiburan, tempat permainan, serta warung makan.

Hendi sangat berharap masyarakat bisa lebih sadar untuk tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu, sedangkan bagi pemilik usaha seperti warung makan, dia menghimbau agar bisa menerima pesanan hanya untuk yang dibungkus, atau tidak makan di tempat.

“Kita lihat dari hari ke hari trennya sudah menurun, tapi masih banyak yang beredar di luar rumah, maka terus kita sampaikan kepada Tim Satuan Tugas supaya jangan pernah lelah mengingatkan masyarakat, karena tugas kita ini masih sangat panjang,” ujar Hendi.

“Kalau masyarakat bisa disipilin, menjadi lebih besar harapan kasus kejadian COVID-19 ini bisa terus turun di Indonesia, khususnya di Kota Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Auliansyah Lubis optimis jika warga Kota Semarang dapat tertib mengikuti himbauan pemerintah.

“Kini cukup signifikan, sudah jauh sekali berkurang kegiatan masyarakat. Walaupun masih ada beberapa tempat warga masyarakat Semarang yang masih melakukan kegiatan,” ungkapnya.

Pihaknya akan melakukan himbauan di lapangan secara langsung dan juga menggandeng sejumlah pihak untuk ikut melakukan himbauan  himbauan di media sosial. (ot/mj)