Media Jateng, Grobogan– Kepengurusan Cabang Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Grobogan baru terbentuk satu periode, namun kerja keras dan kekompakan mereka sudah menampakkan hasil. INKAI Grobogan terus tumbuh, baik dari sisi penambahan jumlah anggota maupun pencapaian prestasi karateka binaan mereka.
“Sebelum terbentuk pada tahun 2022 lalu, INKAI di Kabupaten Grobogan sempat lama mati suri. Pada saat itu saya ditemui beberapa orang diajak untuk mendirikan INKAI lagi. Karena saya dulu pernah latihan di INKAI, maka saya mau, dan alhamdulillah sekarang perkembangannya baik,” kata Ketua Umum INKAI Cabang Grobogan periode 2022-2024 Joko Pangkat Widodo saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Kabupaten INKAI Cabang Kabupaten Grobogan, Rabu 12 Maret 2025 malam.
Baca juga: Pastikan Aman Dikonsumsi, Pemkab Wonosobo Pantau Keamanan Pangan di Pujasera dan Pasar Tradisional
Ia mencontohkan. Jumlah ranting yang saat pendirian hanya satu, sekarang sudah menjadi enam. Jumlah ranting yang bertambah, tentu berbanding lurus dengan pertambahan jumlah anggota INKAI di kabupaten yang memang dikenal prestasi olahraganya bagus itu.
Sejak terbentuk hingga saat ini, imbuh Joko Pangkat Widodo, INKAI Grobogan sudah mengadakan lima kali gashuku atau latihan bersama dan ujian kenaikan tingkat.
“Alhamdulillah peserta latihan yang awalnya hanya belasan sekarang sudah menjadi puluhan, begitu juga dengan peserta ujiannya. Harapan kami dalam waktu dekat bisa menjadi ratusan. Itu salah satu tugas pengurus baru nanti,” jelas Joko Pangkat.
Jumlah anggota Majelis Sabuk HItam (MSH) juga terus bertambah dari waktu ke waktu, karena pengurus mendorong agar semua karateka yang berlatih harus berupaya mencapai tingkatan sabuk hitam.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Insyavia Rahayu Setyowati menambahkan, pembinaan prestasi INKAI Grobogan ke depan diarahkan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi atlet yang sudah berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, serta menempa bibit-bibit baru.
“Tantangannya sangat dinamis. Misalnya, beberapa atlet kami yang sudah punya prestasi seperti Satria Ganendra Gadi Utama dan Indico Irawan tahun ini kuliah. Besar kemungkinan mereka akan tinggal di kota lain, juga harus menyiapkan masa depan. Jadi kami harus menyiapkan penerus agar pencapaian prestasi bisa berkelanjutan,” paparnya.
Saat ini prestasi INKAI Grobogan di kancah provinsi dan nasional bertumpu pada karateka andalan mereka Satria Mahasora Wirabakti Utama. Selain juara di beberapa turnamen open, pada 2024 lalu, Satria Mahasora juara di Popda Karate Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Kejuaraan Nasional INKAI.
Tahun ini siswa SDN II Danyang itu sudah turun di dua turnamen yaitu Kejuaraan Nasional Piala Menpora Rakashima Cup di Jepara dan even resmi Kejuaraan Provinsi FORKI Jawa Tengah di Purwokerto. Di dua even tersebut ia meraih juara di nomor kata (peragaan teknik) dan kumite (pertarungan).
“Mahasora sekarang sudah masuk kelas pemula, kami harus mempersiapkan pelapisnya di kelas pra usia dini, usia dini, dan pra pemula. Di kelas kadet kami punya Deska Mulya yang terus diupayakan peningkatan prestasinya,” imbuh Insyavia.
Karena persaingan di Grobogan, Jawa Tengah, dan nasional sangat ketat, INKAI Grobogan juga menyiapkan kaderisasi di bidang organisasi, kepelatihan, dan perwasitan. “Memang perlu kerja sama yang baik dan sinergi antara semua pihak, baik di dalam maupun di luar INKAI,” tegasnya.
Agus Pramono Jadi Ketua Umum Baru
Musyawarah Kabupaten INKAI Grobogan 2025 berjalan lancar diikuti utusan dari enam ranting dan peninjau dari Pengurus Provinsi INKAI Jawa Tengah. Beberapa keputusan penting dihasilkan dalam pertemuan tersebut untuk dijadikan acuan tata kelola dan tata laksana organisasi oleh kepengurusan berikutnya.
Peserta musyawarah secara aklamasi menetapkan Agus Pramono yang sebelumnya menjabat sekretaris, menjadi ketua umum periode 2025-2029. Agus didampingi Sudarmono sebagai ketua harian. Sementara Joko Pangkat ditetapkan menjadi Dewan Penasihat bersama Djamin Basuki dan Eko Warsito.
Dalam pertemuan tersebut INKAI Grobogan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga INKAI menjadi wadah pendidikan dan pelatihan Karate-Do secara utuh sesuai yang digariskan Pengurus Pusat.
“Dalam pemahaman olahraga, Do sekarang tidak lagi digunakan, hanya karate saja tanpa Do. Di INKAI tidak demikian, unsur Do harus dipertahankan. Salah satu bentuknya INKAI harus bisa menjadi wadah pembinaan karakter,” ucap Sekretaris Umum Pengurus Provinsi INKAI Jawa Tengah, Tegoeh Tri Adijanto yang datang sebagai peninjau.
Tegoeh juga menyebut INKAI Cabang Grobogan sebagai cabang yang “hijau”, dalam arti sejuk tidak ada masalah dan kompak untuk mencapai tujuan bersama. Itu menunjukkan pola kepemimpinan dan keorganisasian yang dibangun selama ini tepat.
Baca juga: Polres Banjarnegara Gagalkan Penjualan Pupuk Bersubsidi 3,5 Ton, Satu Orang Jadi Tersangka
Saat menyampaikan sambutan setelah terpilih, Agus Pramono menegaskan tekadnya untuk melanjutkan kepemimpinan Joko Pangkat dan melaksanakan amanat dari peserta musyawarah.
“Ke depan perlu kita laksanakan program yang lebih inovatif seperti melaksanakan kejuaraan internal. Program lain seperti latihan khusus MSH (Majelis Sabuk Hitam) dan sabuk coklat kita rutinkan lagi untuk menambah semangat dan membangun kekompakan. Jumlah ranting juga harus bertambah,” ungkap Agus Pramono.- Media Jateng –











