Semarang

Deteksi Dini Narkoba dan Handphone Ilegal, Razia Blok Lapas Semarang Gandeng TNI-Polri

×

Deteksi Dini Narkoba dan Handphone Ilegal, Razia Blok Lapas Semarang Gandeng TNI-Polri

Sebarkan artikel ini

Tim Gabungan Lapas, TNI dan Polri saat memeriksa warga binaan di Block C Lapas Kelas 1, Kedungpane, Semarang. Foto: Mediajateng.net/ Humas Lapas Kedungpane

Jateng, Semarang – Ramai isu peredaran narotika dikendalikan dari dalam sel tahanan salah satunya dari pecatan polisi yang pernah menjalani tahanan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus memperketat pengawasan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib), Jumat 8 Mei 2026.

Pemeriksaan warga binaan dilakukan Lapas dengan menggandeng aparat TNI dan Polri untuk menggelar penggeledahan besar-besaran di blok hunian warga binaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menyasar Blok C, mulai dari kamar 1 hingga kamar 21. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Operasi dipimpin langsung Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban.

Personel yang terlibat meliputi jajaran staf KPLP, regu pengamanan, Patnal Kanwil Kemenkumham, serta bantuan personel dari TNI dan Polri.

Meskipun dilakukan secara menyeluruh, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Setiap sudut kamar dan barang pribadi warga binaan diperiksa dengan teliti guna memastikan tidak ada celah bagi barang ilegal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, maupun alat komunikasi ilegal. Hal ini membuktikan bahwa sistem pengawasan internal di Lapas Kelas I Semarang saat ini berjalan konsisten dan efektif.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi ini adalah bentuk perlawanan terhadap peredaran handphone, narkoba, dan praktik penipuan (Halinar).

“Penggeledahan ini adalah komitmen nyata kami mewujudkan Lapas yang bersih dan aman. Sinergi dengan TNI dan Polri adalah kunci stabilitas keamanan di sini,” ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Ikrar Pemasyarakatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Tujuannya satu: memperkuat integritas petugas dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.

Ahmad Tohari berharap pengawasan ketat ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus berkelanjutan.

“Kami ingin Lapas Semarang tetap menjadi lingkungan yang tertib, bersih, dan jauh dari praktik pelanggaran hukum,” pungkasnya.****