Semarang

Makan Berlebihan Saat Lebaran, Berikut Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang 

×

Makan Berlebihan Saat Lebaran, Berikut Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang 

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Semarang, – Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengungkapkan kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

“Biasanya setelah puasa, saat Lebaran orang cenderung kalap makan. Ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, lonjakan gula darah, hingga sesak napas,” jelasnya, Rabu, (25/3/2026).

Hakam menjelaskan makanan khas Lebaran yang umumnya bersantan menjadi salah satu pemicu utama gangguan pencernaan.

Konsumsi makanan jenis ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diare, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas pada lambung.

“Sebagian besar makanan Lebaran itu bersantan, sehingga risiko diare cukup tinggi. Makan boleh, tapi harus dibatasi, terutama bagi yang sensitif terhadap makanan bersantan,” imbuhnya.

Selain itu, Hakam juga menyebut makanan ringan atau camilan seperti jenis kue Lebaran memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

“Konsumsi camilan juga harus diperhatikan. Misalnya tiga buah nastar itu setara dengan satu piring nasi. Jadi harus bijak memilih dan membatasi,” katanya.

Perubahan pola aktivitas selama Lebaran, seperti lebih banyak makan dan kurang bergerak, juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah secara signifikan. Apalagi jika disertai konsumsi minuman manis atau bersoda.(ot/mj)