Media Jateng, Semarang – Kebijakan pemerintah pusat dengan efisiensi anggaran tidak memberikan ganguan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik Jawa Tengah menyebutkan perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I-2025 year on year tercatat mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,96 persen.
Seperti disampaikan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik BPS Jawa Tengah,Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M , dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang tumbuh sebesar 15,24 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa termasuk Ekspor Antar Daerah sebesar 10,96 persen,” jelas pihaknya dalam rilisnya, pada hari Senin, 5 Mei 2025.
Baca juga : Semarang Night Carnival Bikin Warga Kota Semarang Takjub, Tumpah Ruah Datang Menonton
Dalam analisanya, BPS Jawa Tengah menyebut ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I-2025 (y-on-y) ini melambat dari capaian triwulan I-2024 yang tumbuh sebesar 4,97 persen.
“Dari empat lapangan usaha yang memiliki peran dominan yang mencatatkan pertumbuhan positif diantaranya Industri Pengolahan tumbuh sebesar 0,61 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil & Sepeda Motor tumbuh sebesar 4,10 persen dan Konstruksi tumbuh sebesar 3,60 persen. Lapangan usaha lainnya yang tumbuh positif di antaranya Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,76 persen; Jasa Perusahaan sebesar 8,47 persen; dan Jasa lainnya sebesar 8,36 persen,” sebut pihaknya.
Sementara itu, dari 17 lapangan usaha, hanya terdapat 2 (dua) lapangan usaha mengalami kontraksi. Kontraksi terjadi pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh negatif sebesar -0,79 persen dan lapangan usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang tumbuh sebesar -0,14 persen.
Baca juga : Gus Yasin Tegaskan : Tidak Ada Transaksional Pada Jelang Pemilihan Ketum PPP
Dalam catatan BPS Jawa Tengah, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 sebesar 4,33 persen, turun sebesar 0,06 persen poin dibanding pada Februari 2024.












