GroboganJawa TengahSemarang

Enam PAC Ansor Tolak Keputusan Konfercab, Ini Sikap Tagas Penolakannya

×

Enam PAC Ansor Tolak Keputusan Konfercab, Ini Sikap Tagas Penolakannya

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Grobogan -Enam PAC GP Ansor Kabupaten Grobogan Menolak hasil Konfercab yang dilaksanakan 26 April 2025 kemarin.

Penolakan tersebut dikarenakan Konfercab dirasa tidak fair. Bahkan, enam PAC menyatakan sikap demikian karena memiliki alasan kuat terkait kurang fairnya hasil KKonfercab kemarin.

Ketua Tim Pemenangan Rinduwan, Muridan mengatakan, enam PAC yang menolak hasil konfercab tersebut yakni PAC Kedungjati, PAC Tanggungharjo, PAC Penawangan, PAC Brati, PAC Toroh, dan PAC Wirosari.

Penolakan tersebut dilakukan karena mereka menilai pelaksanaan konferensi ke-7 GP Ansor Grobogan sudah tidak fair.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (26/4) malam, menyebutkan, panitia dinilai telah melanggar tata tertib (Tatib) Konfercab dan peraturan organisasi (PO) nomor tiga.

“Saat mediasi, saya dipaksa mufakat, untuk mengundurkan diri, ini sangat mencederai peraturan organisasi,” ungkap Rinduwan melaluri rilis yang disampaikan Minggu 27 April 2025.

Ia mengaku dipaksa oleh perwakilan PP dan PW GP Ansor agar dirinya mundur dari kontestasi pemilihan Ketua PC GP Ansor tersebut.

“Ketika saya disuruh menandatangani berita acara, saya memilih kabur (meninggalkan lokasi) karena di situ sudah tidak fair lagi,” tegasnya.

Ia menyampaikan, setelah dirinya meninggalkan forum musyawarah, panitia konfercab kemudian menetapkan ketua terpilih.

“Dengan ini saya sebagai calon ketua merasa dicurangi dari awal penetapan sampai hari ini,” ucapnya.

Ketua Tim Pemenangan Rinduwan, Muridan mengatakan pihaknya merasa dicurangi sejak tahap pemberian surat dukungan dari PAC lantaran pihak panitia tidak memberikan sosialisasi menyeluruh terhadap peserta.

“Proses verifikasi yang seharusnya sudah diselesaikan sejak awal, baru dilakukan verifikasi jelang konfercab,” terang Muridan.

Pihaknya, bersama PAC pendukung pun menolak penetapan Harsono sebagai ketua GP Ansor Grobogan periode 2025-2029.

Ketua PAC GP Ansor Kedungjati Iwan Ulumudin mengutarakan, saat pihaknya berusaha menenangkan Rinduwan karena adanya tekanan, pimpinan sidang memaksa masuk dan langsung memutuskan secara aklamasi.

“Karena merasa kecewa dengan pimpinam sidang, kita para pendukung sahabat Rinduwan langsung meninggalkan lokasi untuk menguatkan sahabat kita yang sedang diciderai ini,” ungkap Iwan.

Terpisah, Ketua terpilih Harsono mengatakan, adanya penolakan tersebut karena ada faktor internal yang menekan mereka, sehingga ada penolakan.

“Dalam forum, 90 persen peserta memberikan dukungan kepada saya, dan pelaksanaan konfercab sudah sesuai tatib. Untuk lebih detilnya komunikasi langsung dengan PAC,” pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri perwakilan dari pengurus pusat (PP) GP Ansor Bambang Tri anggono dan Timbul Pasaribu, begitu juga perwakilan dari pengurus wilayah (PW)GP Ansor Tsalis Syaifudin.

Dalam pemilihan ini, pimpinan sidang memutuskan kader bernama Harsono terpilih secara aklamasi berdasarkan rekomendasi pimpinan pusat GP Ansor.

Dalam pelaksanaan konfercab kali ini, sempat terjadi deadlock selama kurang lebih 45 menit.

Ketua Terpilih PC Ansor Grobogan Harsono menyampaikan ini merupakan amanat yang sangat berat untuk dirinya.

Ia melanjutkan bahwa dirinya memerlukan bantuan dari para pengurus lainnya untuk dapat menjalankan kepengurusan PC GP Ansor dengan baik.

“Kita perlu bergandengan tangan untuk menjalankan organisasi dengan baik,” ujar Harsono.

Dalam kesempatan ini, ia menyebutkan beberapa program yang akan dilakukannya setelah dilantik, fokus dari program nya yaitu untuk membentuk kemandirian pada para anggota GP Ansor.

Lebih lanjut ia menyatakan, kemandirian anggota ini dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.

“Kami telah menghubungi dinas pertanian dan juga dinas peternakan dan perikanan untuk membahas program ini,” ujarnya.

Namun disisi lain, Tim pemenangan Rinduwan menyampaikan sanggahan dalam surat resmi tertanggal 22 April 2025 yang ditujukan kepada PW dan PP GP Ansor untuk meninjau kembali konfercab yang telah berlangsung.

Sanggahan ini didasarkan pada beberapa temuan pelanggaran terhadap tata tertib (Tatib) yang berlaku.

Dalam dokumen mengungkapkan empat poin krusial yang menjadi sorotan: penyalahgunaan wewenang dalam Rakercab, ketidaktransparanan dalam pendaftaran bakal calon, pelanggaran hak suara peserta, dan netralitas panitia yang dipertanyakan.

Sementara itu Ketua Panitia Konfercab GP Ansor, M Ali Musafak tak mau berkomentar banyak terkait kisruh GP Ansor Kabupaten Grobogan tersebut.

Meski demikian dirinya hanya memberikan empat poin lantaran sudah dilaksanakan pemilihan ketua PC GP Ansor Kabupaten Grobogan dengan tahapannya.

1. Sidang pleno 1, Pleno 2, Pleno 3. Selanjutnya pleno 4 dipimpin oleh Pimpinan Pusat.

2. Pimpinanan sidang sudah melakukan mediasi dengan kedua calon.

3. Keputusan mediasi dikembalikan ke forum dengan pengambilan keputusan dengan dasar rekom terbanyak. Keputusan Saat akan dilakukan pengumuman hasil sahabat rinduwan dipanggil oleh pimpinan sidang tidak berkenan hadir di ruangan untuk mendengarkan hasil keputusan sidang.

4. Pimpinan sidang menetapkan Harsono sebagai ketua PC Ansor masa Khidmat 2025-2029 berdasarkan rekom terbanyak.****