Yogyakarta

Dari Desa untuk Indonesia, Ngaji Desa 2025 Hadirkan Gagasan Inovatif

×

Dari Desa untuk Indonesia, Ngaji Desa 2025 Hadirkan Gagasan Inovatif

Sebarkan artikel ini

Media Jateng, Yogyakarta – Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) kembali menggelar acara “Buka Bersama & Ngaji Desa” di Galeri Saptohoedojo, Yogyakarta, Sabtu 15 Maret 2025.

Acara ini menjadi momentum strategis bagi tokoh nasional, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi dan merumuskan langkah konkret dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.

Figur Inspiratif di Ngaji Desa 2025

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, antara lain: Agus Jabo Priyono selaku Wakil Menteri Sosial RI, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs Condro Kirono MM MHum selaku Komisaris PT Pertamina.

Prof Ir Panut Mulyono D Eng IPU ASEAN Eng selaku Rektor UGM 2017–2022, Yani Saptohoedojo selaku Budayawan, Arifin K. Wardani SSos MA selaku Ketua Umum IPDA Indonesia, Supriyanto selaku Komisaris PGN (Perusahaan Gas Negara).

Dalam diskusi yang berlangsung, Prof. Panut Mulyono menegaskan bahwa desa merupakan pilar utama ekonomi rakyat.

“Pemberdayaan desa bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar desa mampu menjadi pusat ekonomi yang mandiri,” ujarnya.

Baca juga: Mudik Motor Gratis Tujuan Jateng PT KAI Siapkan Tiga Stasiun di Daop 4 Semarang

Ketua Umum IPDA Indonesia, Arifin K. Wardani, menambahkan bahwa Ngaji Desa hadir sebagai ruang untuk menghubungkan ide-ide inovatif dengan kebijakan desa yang lebih progresif.

“Dari forum ini, diharapkan lahir gagasan segar yang mampu mempercepat transformasi ekonomi pedesaan,” tuturnya.

Sementara itu, Supriyanto, Komisaris PGN, menyoroti pentingnya infrastruktur energi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Menurutnya, akses energi yang lebih baik akan membuka peluang baru bagi industri kreatif dan usaha berbasis potensi lokal.

Muhammad Sakur, Wakil Sekjen IPDA Indonesia, menutup diskusi dengan menegaskan bahwa IPDA terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Baca juga: Penyelesaian Sampah Ala Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Replikasi TPST Jeruklegi Cilacap

“Harkat dan martabat desa harus kita angkat lebih tinggi agar desa bisa berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Dengan sinergi berbagai pihak, Ngaji Desa 2025 bukan hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.- Media Jateng –