Media Jateng, – Guru Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ) memegang peranan penting dalam pengajaran Alqur’an dan pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendukung dan siap mengawal kebijakan yang mendukung kesejahteraan guru-guru LPQ.
Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati, di hadapan para ustadz Badko LPQ Kota Semarang, saat acara pembinaan di Gedung Moch Ichsan Balai Kota Semarang, Senin (18/11/2024).
Menurut Swasti, dukungan ini diberikan karena guru LPQ berperan signifikan dalam pendidikan karakter dan moral anak, terutama dalam menyongsong era Indonesia emas tahun 2045.
“Anak-anak sebagai generasi penerus nanti bukan hanya dituntut memiliki akademik yang bagus, tetapi juga harus mempunyai pendidikan karakter dan moral yang baik,” ujarnya.
Swasti menegaskan, dukungan anggaran untuk guru TPQ akan terus dilanjutkan dan diperluas. Saat ini, dari sekitar 5.000 guru TPQ, baru separuh yang dibiayai oleh APBD Kota Semarang.
“Kami berharap penambahan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas lagi, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada guru-guru TPQ,” tambahnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap guru LPQ.
“Tugas mendidik dan mengajar anak adalah panggilan jiwa dengan pengabdian setulus hati. Mengingat anak-anak merupakan masa emas yang harus mendapat dasar pendidikan yang baik,” katanya.
Ia berharap, anak-anak di TPQ tidak hanya pandai membaca Alqur’an, tetapi juga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif dari luar.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Abdul Majid, menyatakan bahwa TPQ berperan dalam pembentukan karakter bangsa.
“Kalau anak-anak kita mengenal dasar akhlak, maka dia tidak akan terpengaruh dengan pergaulan bebas yang neko-neko,” ujarnya.
Kabag Kesra Setda Kota Semarang, Ali Sofyan, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus memberikan perhatian kepada ustadz LPQ.
Ali merinci pada tahun 2024, sebanyak 2.525 ustadz menerima bantuan bisyaroh sebesar Rp 500.000 per bulan. Pada tahun 2025, akan ada penambahan kuota penerima menjadi 3.000 ustadz, termasuk guru di LPTQ.
Ali menambahkan bahwa penting bagi guru LPQ untuk meningkatkan profesionalisme dengan mengikuti tashih atau uji kemampuan membaca Al Quran dan materi keislaman.
“Dengan kemampuan dan penguasaan metodologi serta manajemen ini, akan lebih berhasil dalam mencapai tujuan pendidikan di TPQ,” tutupnya.(ot/mj)












