oleh
Ning Christiana, S.Pd Guru Matematika SMP Negeri 3 Subah
Situasi pandemi Covid-19 sangat berdampak, pada dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan peserta didik dan guru tidak dapat berinteraksi secara langsung di sekolah. Interaksi yang dilakukan oleh peserta didik dan guru hanya sebatas interaksi secara virtual. Baik dengan menggunakan Whatsapp, Zoom Meeting, Google Classroom dan lain sebagainya.
Tidak adanya interaksi langsung ini menyebabkan kedekatan antara seorang guru denga peserta didik menjadi hilang. Karena tidak dapat dipungkiri interaksi dan kedekatan secara langsung dengan peserta didik lebih bermakna dalam dunia pendidikan terutama saat pembelajaran. Meskipun hal seperti ini harusnya bukan menjadi alasan untuk mengesampingkan proses pembelajaran.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah proses belajar yang dilaksanakan secara jarak jauh atau dari rumah masing-masing. Hal ini mengakibatkan guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di kelas. Ditengah kondisi yang seperti ini, kreatifitas guru sangat diuji, agar dapat memberikan pelayanan secara maksimal meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas.
Seorang guru dapat menggunakan metode Home Visit, untuk meningkatakan semangat belajar siswa. Home Visit adalah salah satu pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru pada masa pandemi dengan cara melakukan kunjungan ke rumah siswa. Home visit atau kunjungan rumah ini dilakukan oleh guru dengan cara berkunjung ke rumah peserta didik atau mengumpulkan siswa berdasarkan kedekatan tempat tinggal siswa, maksimal 10 anak.
Home visit ini dapat dilakukan oleh guru paling tidak seminggu sekali. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan peserta didik dalam belajar, apa saja kesulitan-kesulitan yang mereka alami, dan sebagai wujud rasa kepedulian guru terhadap peserta didiknya. Karena bagaimanapun situasi dan kondisinya, sebenarnya peserta didik sudah pasti merasa bosan dan sangat merindukan kehadiran sosok guru dalam proses pembelajaran.
Walau bagaimanapun peran guru dalam proses pembelajaran tidak dapat tergantikan oleh siapapun dan apapun. Tidak dapat dipungkiri, pembelajaran jarak jauh memberikan dampak yang sangat beragam kepada peserta didik. Mereka yang awalnya dapat berinteraksi secara bebas dengan teman dan guru di sekolah, tiba-tiba harus dihadapkan pada kondisi pandemi yang mengharuskan segala aktivitas yang dilakukan di sekolah berpindah ke rumah mereka masing-masing. Hal ini juga tentunya menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dalam pembelajaran.
Dengan melakukan home visit akan memberikan dampak yang positif terhadap peserta didik, antara lain:
1. Peserta didik merasa diperhatikan.
Dengan kehadiran sosok guru dirumah, mereka akan merasa mendapat perhatian yang lebih dari guru, sehingga menimbulkan rasa senang, nyaman dan tentunya bersemangat dalam belajar. Sehingga hal ini dapat membuat mereka menjadi semakin percaya diri dan bersemangat dalam belajar.
2. Merasa dihargai.
Hadirnya seorang guru akan membuat peserta didik merasa mereka dihargai dan dibutuhkan oleh guru. Sehingga timbulah rasa saling membutuhkan satu dengan yang lainya.
3. Meningkatakan semangat belajar.
Selain kedua hal diatas , ternyata home visit juga dapat berdampak pada prestasi belajar siswa. Karena mereka bersemangat belajar tentunya hal ini berdampak pada prestasi yang meningkat.
Oleh sebab itu, untuk lebih mengoptimalkan tujuan dan hasil pembelajaran ada baiknya kita sebagai guru menerapkan metode home visit ini selama menerapkan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi. Sebab, home visit dapat menjaga ikatan emosional siswa dengan guru untuk peningkatan hasil belajar. (*)












