BANJARNEGARA, mediajateng.net – Berbagai upaya dan inovasi dilakukan oleh Team Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Dalam rangka mensosialisasikan pencegahan covid-19 kepada masyarakat dilingkungan sekitar, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan ngamen menggunakan media music hadroh dan gambus dengan syair edukasi tentang protokol kesehatan, promosi kesehatan serta kampanye menuju masyarakat Sirukem sehat. (Sabtu, 27/02/21).
Koordinator Team Sibat Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening Anto Waluyo mengatakan, edukasi dan promosi kesehatan dengan metode ngamen ini diharapkan lebih santai tidak monoton dan dapat menghibur masyarakat sehingga maksud dan tujuannya dapat langsung mengena secara langsung. “kami mengajak masyarakat untuk enjoy dan santai bergoyang, menyanyi bersama sambil mengingat ingat tentang perilaku hidup sehat agar kita terhindar dari penyakit, kami juga berharap agar pandemi covid-19 ini segera usai agar masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti biasanya” paparnya.
Pola metode ini selain sebagai hiburan agar tidak spaneng atau tegang, juga merupakan cara agar lebih menarik masyarakat terutama remaja dan kaum muda agar bergandeng tangan bersama sama dalam memerangi pandemic Virus Covid-19. Kegiatan ngamen dilakukan di lokasi atau fasilitas umum dan tempat strategis tentunya dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.
Kepala Desa Sirukem, Rofik Afifudin menyambut baik upaya dan langkah yang dilakukan oleh Team Sibat dan berharap ide-ide kreatif selalu muncul dari generasi muda dalam upaya memajukan desa dan membantu tugas pemerintah dalam masalah sosial kemanusiaan. ”kami mendukung penuh langkah dan upaya yang dilakukan kawan-kawan Team Sibat dan berharap terus memberikan sumbangsih nyata untuk masyarakat dan lingkungan” paparnya.
Peran generasi muda khususnya Team Sibat di Desa Sirukem telah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan berharap kedepan team akan terus kompak dan solid bergerak bersama membantu pemerintah desa sebagai mitra dalam upaya atau misi sosial kemanusiaan. (MJ/50)












