Masyarakat Tidak Pernah Tahu Kapan Terkena Depresi

Semarang – mediajateng.net

Masyarakat masih memandang remeh persoalan depresi. Depresi dapat berasal dari berbagai persoalan sehari – hari , mulai dari beban kerja, beban ekonomi, dan persoalan keluarga. Hal inilah yang menjadi beban utama sehingga kualitas hidup seseorang, begitu juga kualitas kesehatan menjadi menurun. Memanfaatkan kerumunan masyarakat di kawasan car free day Simpang Lima, puluhan tenaga medis dokter RSUP dr. Kariadi Semarang, Minggu (9/4) memberikan sosialisasi arti penting mewaspadai depresi.

“Masyarakat tidak pernah merasakan kapan mereka terkena depresi. Sehingga jangan tunggu sampai sakit. Walaupun sehat, kita tidak tahu apa yang ada di belakang kita.”demikian ungkap dr. Adhie Nur Radityo, Msi , Med, Sp.A, sebagai Ketua panitia penyelenggara Sehat bersama RSUP dr. Kariadi Semarang

Memperingati hari kesehatan dunia, para tenaga dokter pada kesempatan yang sama juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai penyakit. Antara lain yaitu wabah demam berdarah dan penyakit hemophilia atau yang dikenal dengan penyakit kelainan darah.

“Dengan melek media sosial, semua orang pegang handphone, diharapkan masyarakat tahu apa dan kapan harus waspada datangnya berbagai penyakit tersebut.” tambahnya

Khusus untuk konsultasi kesehatan anak, setiap orangtua mendapatkan buku Skrining Perkembangan Anak Balita. Didalamnya terdapat indikator kesehatan anak sesuai dengan perkembangan usia. Sehingga jika tidak sesuai, orang tua dapat berkonsultasi langsung ke klinik Tumbuh Kembang Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang (MJ-202)