SEMARANG, Mediajateng.net – Universitas Semarang (USM) makin mempertegas status sebagai kampus yang diperhitungkan di Jawa Tengah.

Selain bidang kejuruan, kampus yang berpusat di kawasan Tlogosari, Pedurungan itu juga mampu mengubah status kawasan permukiman menjadi centra pendidikan yang patut diperhitungkan di kota Semarang.

Salah satunya dilakukan USM dengan mampu mendirikan gedung tertinggi di kawasanbtimur Kota Semarang dengan ketinggian 9 lantai dikawasan yang dulunya dikenal daerah pinggiran.

Prakarsa pendirian kampus, dilakukan Yayasan Alumni Undip yang selama ini menaungi Universitas Semarang (USM). Dengan tekat mencerdaskan anak bangsa melalui dunia pendidikan bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun sarana dan fasilitasnya.

Guna melengkapi fasilitas tersebut USM akan membangun gedung 9 lantai yang disebut Menara USM.

Dimana, kampus tetinggi di kawasan timur Kota Semarang ini merupakan gagasan dari alm Prof Ir Joetata Hadihardaja serta disempurnakan ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Dr Muladi SH.

Tidak berhenti disitu, untuk memberi tempat penghentian kendaraan sehingga tidak mengganggu arus lalulintas, USM juga akan membangun gedung parkir 7 lantai secara bersamaan.

Hal tersebut disampaikan ketua panitia pembangunan Ir Soehasojo saat memberikan laporan pada peletakan batu pertama gedung tersebut.

Soeharsojo menambahkan menara USM nantinya diperuntukkan ruang kuliah, ruang rektorat, perpustakaan modern berbasis IT, perkantoran, parkir.

“Gedung baru ini nantinya ada perpustakaan modern berbasis IT yang dilengkapi dengan ruang diskusi serta ruang multimedia dan akan menjadi ikon di Semarang Timur,” tambahnya.

Sementara Prof Muladi mengatakan USM didirikan 32 tahun yang lalu untuk menjadi kampus yang demokratis dan berkeindonesiaan dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa agar memiliki rasa cinta tanah air.

“Sebagai insan pendidikan kita harus menjaga memiliki ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah agar kita bisa mendidik mahasiswa untuk menjadi sarjana yang memiliki soft skill yang bgus serta cinta tanah air,” ungkap Muladi.

Mantan Menteri Kehakiman ini memaparkan pembangunan Menara USM dijadwalkan dimulai hari ini. Dimana, target pembangunan, menurutnya 19 bulan atau akhir 2020 gedung baru itu sudah ditargetkan sudah jadi dan digunakan untuk perkuliahan.

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof H Abdullah Kelib SH mengaku bersyukur atas penambhan gedung baru ini guna meningkatkan kualitas pendidikan di USM.
Prof Kelib berharap rencana pembangunan menara USM selama 19 bulan, semoga bisa tepat waktu.

“Menara USM, rencananya digunakan untuk sejumlah hal diantaranya untuk rektorat, aula, perpustakaan,” urainya.

“Adanya menara ini, nanti masyarakat maupun mahasiswa USM bisa lebih optimal mengakses perpustakaan ” lanjutnya.

“Kami miris karena saat ini parkir mahasiswa di tempat terbuka. Kalau hujan kehujanan, kalau panas kepanasan,” imbuh dia.

Gedung parkir empat lantai itu, menurutnya di masa yang akan datang akan ditambahi lagi menjadi tujuh lantai.

Rektor USM Andy Kridasusila berharap adanya gedung baru ini bisa membuat daya tawar USM di kancah pendidikan Indonesia semakin baik.
Menurutnya USM merupakan perguruan tinggi swasta dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Kota Semarang.

USM terus mengimbangi banyaknya jumlah mahasiswa dengan meningkatkan sarana dan prsanarana guna mendukung peningkatan soft skill mahasiswa dan menambah sejumlah program studi baru.mj-otg