SEMARANG, mediajateng.net – Mahasiswa perlu memiliki kemampuan lain diluar kemampuan akademis. Hal ini penting disampaikan karena kerap tidak diperhatikan kalangan mahasiswa saat ini. Demikian diungkapkan mantan Menteri Kehakiman (kini disebut Menteri Hukum dan HAM) dan Menteri Sekretaris Negara pada masa Kabinet Reformasi Pembangunan, Prof Dr H Muladi, SH memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa Universitas Semarang (USM), kompleks kampus Universitas Semarang, Minggu (3/3).

“Mahasiswa harus punya hard skill dan soft skill. Pengetahuan itu didapat dari mana? bisa dari materi kuliah, ekstrakulikuler, buku bacaan, media, pergaulan sosial di dalam dan luar kampus, serta dari forum ilmiah seperti seminar dan lain-lain,” ujarnya.

Kuliah umum dengan tema “Kesiapan Menyongsong Masa Depan” ini juga dihadiri ketua pengurus yayasan alumni undip Prof H Abdullah Kelib SH, dewan penyantun USM yang juga mantan rektor Undip Prof Sudharto PhD, para guru besar USM dan rektor USM beserta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Muladi menegaskan, hard skill yang dia maksud adalah pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), kemampuan bahasa asing, dan kemampuan akademis. Sedangkan soft skill yang penting untuk dipahami mahasiswa, adalah pengetahuan tentang wawasan kebangsaan, nilai kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan kepekaan sosial. Jika mahasiswa bisa memiliki itu semua, katanya, mereka akan jadi generasi unggul di generasinya.

“Latihan kepemimpinan bisa melalui organisasi kemahasiswaan intra-universitas. Selain itu mahasiswa juga harus dibekali iman yang baik, agar tak mudah dimasuki faham-faham yang merusak nilai NKRI,” tegas pria yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Alumni Undip Universitas Semarang (USM) ini.

Sementara Rektor USM, Andy Kridasusila SE MM mengatakan, Universitas Semarang akan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi perubahan. Para mahasiswa juga dibekali dengan wawasan kebangsaan, yang jadi nilai lebih mahasiswa setelah mereka lulus nanti. (ot/mj)