SEMARANG, Mediajateng.net – Sejumlah pihak mengeluhkan masih maraknya peredaran judi toto gelap (Togel) di Kota Semarang. Di beberapa wilayah misalnya seperti Tembalang, Semarang Tengah, dan Semarang Utara, judi togel jenis HK (Hongkong) maupun SGP (Singapura) sudah marak dan dijual secara terbuka. Banyak masyarakat mendesak pihak kepolisian segera memberantas secara tuntas peredaran judi togel.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, pihaknya membutuhkan laporan detail, terkait lokasi penjualan, jenis kupon, dan waktu beroperasi salah satu penyakit masyarakat tersebut. Sehingga pihaknya bisa segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menutup kegiatan yang dilarang agama maupun hukum itu.

“Di layanan Lapor Hendi, kami juga sering memperoleh aduan soal maraknya judi togel di Semarang dan sekitar. Pemkot butuh masukan detail. Di mana, kapan, dan kita langsung akan koordinasi dengan kepolisian. Judi itu jelas dilarang, baik secara hukum maupun agama. Saran saya masyarakat jangan membeli, karena dalam hukum bisnis jika ada supply tentu ada demand. Kami pun siap melakukan penindakan jika ada info akurat,” tegasnya  belum lama ini.

Sebagai informasi, judi toto gelap atau togel marak di kalangan masyarakat Kota Semarang dan sekitar. Bahkan sehari terdapat dua kali penarikan kupon toto gelap dengan iming-iming hadiah puluhan kali lipat dari nilai dipasang.

Salah satu warga Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang Toni mengatakan, peredaran toto gelap telah berlangsung hampir empat tahun dan kini beredar luas di masyarakat. Awalnya masih sembunyi-sembunyi tetapi sekarang warga bebas memasang nomor di sejumlah bandar.

Jenis togel yang beredar di kalangan masyarakat Semarang diantaranya togel Singapura dan Hongkong. Menurutnya, pemutaran nomor dilakukan di dua negara tersebut yang hasilnya dipublikasikan melalui internet. Di Semarang sendiri, menurutnya ada beberapa bandar besar yang menjalankan roda bisnis judi ini.

“Kami tahunya nomor pemenang dari bandar,” kata Toni, namun dirinya enggan menyebut nama bandar yang dimaksud.

Dikatakan omzet judi seorang bandar menguasai sebuah wilayah bisa mencapai ratusan juta rupiah. Judi togel memberi iming-iming kemenangan hingga 70-100 kali lipat. Seorang warga Ngaliyan, Andi mengaku pernah menang togel Rp 600.000 dari nilai pasang Rp 10.000 dengan menebak dua angka saja. (ot/mj)