SEMARANG, mediajateng.net, – Pemerintah Kota Semarang akan menerapkan sistem parkir berlangganan di tahun 2019 ini.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik, sistem tersebut dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Saat ini tahapan yang sedang dilakukan adalah mempersiapkan secara administratif maupun aspek di lapangannya.

“Di tahun 2019 ini, penerapannya. Kita sudah mempersiapkan aspek satu; administrasinya. Termasuk regulasi dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua, aspek lapangannya. Baik itu perabuhan, marka, kemudian juga personil yang harus kita latih, kita persiapkan,” tegas M Khadik, Kamis (21/3).

Khadik menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada juru parkir (jukir) yang saat ini sudah masuk ke proses finalisasi.

“Sosialisasi ke jukir-jukir, sudah. Sosialisasi ke masyarakat salah satunya lewat media ini, saya sampaikan bahwa kita masih dalam tahap persiapan final untuk penerapan parkir berlangganan,”katanya.

Dengan penerapan parkir berlangganan ini, Khadik berharap Dishub bisa meningkatkan PAD sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemkot Semarang. Pasalnya, target yang diterapkan oleh Pemkot Semarang sebesar Rp 114 miliar jauh lebah besar dibanding target tahun-tahun sebelumnya.

“Semoga saja, niat baik kita untuk, satu; menata parkir lebih tertib. Kedua; bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga, memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, utamanya dalam sektor parkir di pinggir jalan besar. Target kita Rp 114 miliar, dari dulu tahun 2016 itu masih Rp 4 miliar. Mau tidak mau saya harus melakukan inovasi-inovasi,” pungkas Khadik. (ot/mj)