8 Pelaku Pembacokan Ditangkap Tim Resmob Polres Demak

DEMAK, mediajateng.net – Tim Resmob Polres Demak berhasil mengamankan delapan pelaku pembacokan di Desa Rejosari Kecamatan Karangawen, Demak. Tiga pelaku diantaranya masih berstatus sebagai pelajar yakni MS (17), TM (13) dan BY (17). Sedangkan pelaku lainnya yakni Taufik (21), Ahmad (19), Eko (18) , Rizal (21) serta Abdul (22).

Taufik yang merupakan pimpinan komplotan itu, beralamat di Desa Kebonbatur Kecamatan Mranggen, Demak sedangkan pelaku lainnya warga Desa Teluk Kecamatan Karangawen Demak.

Aksi brutal para pelaku tersebut, mengakibatkan empat korbannya mengalami luka sayatan benda tajam di bagian lutut, punggung, pundak dan kaki.

Para korban diantaranya Iqbal (19), Bahrudin (18) dan M (15), ketiganya warga Desa Karangawen Demak serta AI (16) warga Tanggungharjo Grobogan.

Peristiwa pengeroyokan disertai pembacokan yang terjadi pada Minggu 29 Maret 2020 dinihari itu dilatarbelakangi balas dendam dua pelaku yakni Ahmad dan Eko yang menjadi korban pelemparan batu di Desa rejosari pada malam sebelumnya.

“Alhamdulillah anggota langsung bergerak cepat. Hanya selang 7 jam pelaku berhasil kita amankan,” ungkap Kapolres Demak AKBP Fidelis Timuranto, saat gelar perkara di Mapolres Demak, Jumat (03/04/2020).

Kapolres Fidelis menambahkan, para pelaku berhasil diamankan petugas di rumahnya masing-masing berikut barang bukti parang ukuran panjang satu meter, parang ukuran panjang 70 cm, besi gergaji panjang satu meter, sebuah pisau dan sepeda motor.

Sebelum melakukan penganiayaan, sambung AKBP Fidelis, pelaku pesta minuman keras di tempat kos salah satu tersangka. Dalam kondisi mabuk miras, pelaku berboncengan sepeda motor dan membawa senjata tajam kemudian berniat balas dendam mencari orang yang melempari batu.

Naas empat korban yang bertemu mereka menjadi sasaran kemarahan pelaku.

“Jadi, pelaku ini terpengaruh minuman keras. Semua yang ketemu di jalan langsung dibabat,” kata AKBP Fidelis.

Sementara itu, tersangka Taufik mengaku mabuk minuman keras dan tidak kenal dengan korban yang dianiaya bersama kawan-kawannya. Pada saat di jalan, bertemu dengan para korban dan langsung mengeroyok beramai ramai menggunakan senjata tajam.

“Kita gak kenal mereka (korban). Ketemu di jalan, kita kejar dan langsung bacok. Setelah bacok kita birakan saja dan tinggal pergi,” kata Taufik. (Ari-MJ)