Pemudik. Karantina Dulu, Baru Solat Idul Fitri

Semarang, Mediajateng.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, meminta pemudik yang sudah pulang sadar kesehatan. Ketika hendak berinteraksi dengan teman, saudara dan tetangga mereka diminta melakukan karantina dan minimal lima hari. Pemudik juga diharapkan bisa karantina terlebih dahulu sebelum pelaksanaan salat idul fitri.

Harapan itu diungkapkan Gus Yasin, saat melakukan safari Ramadhan di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, di Kantor PWNU Jateng, Kota Semarang, Minggu (9/5) malam.

“Kalau memang ada pemudik yang sudah melakukan karantina minimal lima hari ya monggo (silahkan) melakukan salat idul fitri. Tapi kalau belum karantina yuk kita tunjukkan integritas. Pemudik harus jujur,” minta Gus Yasin.

Tidak itu saja, pelaksanaan solat Ied, lebih baik dilakukan di tempat terbuka seperti lapangan. Dengan begitu, bisa saling menjaga jarak.

“Jika baru sampai kampung halaman kemarin ya sudah saya engga usah salat idul fitri di masjid. Toh Solat Ied hukumnya tidak wajib. Tapi, jika memaksa ingin solat Ied yang agak jauh bisa di belakang tidak dekat dengan tetangga,” tambahnya.

Gus Yasin menjelaskan, karena bagaimanapun juga, masyarakat tidak bisa mengetahui pemudik yang datang itu terbebas dari penyakit menular atau tidak. Apalagi, kata dia, salat idul fitri hukumnya tidak wajib alias sunnah.

“Kalau toh harus salat bersama sama, carilah ruang yang aman yang tidak di dalam masjid atau kerumunan,” jelas dia
Dia menambahkan, apabila ada pemudik yang melakukan karantina sebelum salat idul fitri dan diketahui positif corona, maka harus legawa alias menerima kenyataan itu.

“Kalau memang ada penularan corona engga perlu ditutupin. Harus jujur supaya bisa ditangani bersama sama secara baik,” tandasnya

Penanganan covid-19, Gus Yasin mengatakan sejak pandemi tahun 2020, Jateng mempunyai pengalaman regulasi yang mengatur pendatang. Regulasi tersebut yakni Jogo Tonggo. Regulasi ini menurutnya harus diaktifkan kembali saat momen Idul Fitri tahun 2021 untuk mencegah potensi datangnya penularan corona dari para pemudik yang bandel.

“Pengalaman saat tahun 2020 tentang Jogo Tonggo bisa kita implementasikan lagi untuk masa masa saat ini. Kita harus sungguh sungguh siaga,” Tegas Gus Yasin.mj/70