Pemkot Semarang Gandeng TNI, TPA Jatibarang Jadi Pilot Project Pirolisis Sampah

admin
By
admin
4 Min Read

Media Jateng, Semarang – Pemerintah Kota Semarang menggandeng TNI untuk mengembangkan pilot project pengolahan sampah dengan teknologi pirolisis di TPA Jatibarang. Teknologi tersebut akan digunakan untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi bahan bakar setara solar.

Program ini menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan sampah di Kota Semarang sekaligus tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar TNI ikut membantu daerah menghadapi darurat sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan, TPA Jatibarang menjadi salah satu lokasi yang disiapkan dalam pilot project pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis.

“Bapak Presiden memerintahkan TNI untuk ikut berperan membantu kabupaten/kota dalam menangani darurat sampah. Pelibatan TNI di sini memegang peranan untuk mengoordinasikan pilot project pirolisis di beberapa kabupaten, kota, dan provinsi,” kata Glory, Rabu (12/8/2026).

Menurut Glory, teknologi pirolisis nantinya difokuskan untuk mengolah sampah lama atau timbunan sampah yang sudah berada di TPA Jatibarang.

Sampah tersebut akan melalui proses pengolahan untuk menghasilkan bahan bakar yang setara dengan solar.

“Fokusnya mengolah sampah lama atau timbunan sampah yang ada di TPA untuk diolah dengan proses pirolisis menjadi bahan bakar setara solar,” ujarnya.

Dalam skema kerja sama tersebut, Pemkot Semarang akan menyiapkan lahan dan fasilitas pendukung di kawasan TPA Jatibarang.

Sementara pelaksanaan teknologi dan operasional pengolahan akan dilakukan oleh mitra teknologi yang ditunjuk TNI.

“Tugas kita menyediakan lahan di dalam area TPA untuk pre-treatment, pilah sampah lamanya, dan memberikan akses bagi mereka untuk mengambil sampah lama tersebut. Untuk unit proses dan pelaksanaannya nanti dari technology partner yang ditunjuk TNI,” jelas Glory.

Meski telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project, pembangunan fasilitas pirolisis di TPA Jatibarang belum memasuki tahap konstruksi.

Saat ini, pemerintah masih mempersiapkan kajian teknis. Tim terkait akan melakukan Feasibility Study (FS) dan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebelum proyek masuk ke tahap pembangunan fisik.

Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan teknologi pirolisis yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan, aman, efektif, serta memenuhi ketentuan lingkungan.

Pilot project ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemkot Semarang dan TNI AD.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menandatangani kesepakatan bersama di Mabesad, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Agustina mengatakan, persoalan sampah membutuhkan pendekatan baru karena penanganan secara konvensional dinilai tidak lagi cukup.

“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Agustina.

Selain Kota Semarang, teknologi pirolisis juga direncanakan diterapkan di sejumlah daerah lain, antara lain Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

Agustina menegaskan, penerapan teknologi pirolisis di TPA Jatibarang tidak berarti menghapus program pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.

Pemkot Semarang tetap mendorong pengelolaan sampah dari hulu melalui program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah.

Sementara teknologi pirolisis diarahkan untuk menangani residu dan timbunan sampah yang tidak dapat diselesaikan melalui pemilahan maupun metode konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya. Yang kita bangun adalah sistemnya, bukan hanya mesin,” tegasnya.

Menurut Agustina, keberhasilan pilot project tersebut nantinya tidak hanya diukur dari beroperasinya mesin pengolah sampah. Pemerintah akan melihat seberapa besar volume sampah yang berhasil dikurangi, tingkat keamanan teknologi, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan.

“Kita tidak sedang mencari teknologi yang sekadar canggih. Kita mencari teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah. Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” ujarnya.

Dengan masuknya TPA Jatibarang sebagai salah satu lokasi pilot project pirolisis nasional, Pemkot Semarang berharap pengelolaan sampah dapat bergerak menuju sistem yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan. (ot/mj)

Share This Article