Parafrase Menghindari Plagiarisme Penulisan Karya Ilmiah

Media Jateng, Semarang – Suatu tindakan plagiasi merupakan tindakan yang menciderai etika akademik. Oleh sebab itu, semua civitas akademika mulai dari dosen sampai mahasiswa harus menghindari tindakan plagiarism agar marwah pendidikan tinggi mampu dijaga dengan baik.

Hal ini menjadi salah satu latarbelakang Dr Arso Setyaji SPd MHum, Dr Jafar Sodiq SPd MPd,Dr Rahmawati Sukmaningrum MPd, serta Faiza Hawa SPd MHum melakukan pengabdian “pelatihan parafrase untuk menghindari perangkap plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah baru-baru ini di kampus IV Universitas PGRI Semarang.

Arso menyampaikan salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh civitas akademik untuk menghindari atau mengurangi plagiasi dalam publikasi karya ilmiah adalah dengan melatih skill parafrase. 

“Parafrasa merupakan upaya penulis untuk mengungkapkan kembali suatu pernyataan penulis lain, baik berupa paragraf maupun kalimat menjadi bentuk lain yang berbeda struktur kalimat dan diksi, tanpa mengubah makna (ide/gagasan) yang terkandung di dalamnya,” tutur ketua tim.

Dengan mempertimbangkan manfaat paraprase untuk menghindarkan penulis dari jerat plagiarism, maka tim pengabdi Univeristas PGRI memberikan pelatihan pada mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Semarang yang sedang mengambil mata kuliah Skripsi untuk meningkatkan keterampilan parafrasa dan memaksimalkan fungsi Paraphrasing tools sebagai alat bantu mahasiswa dalam proses parafrasa. 

“Pelatihan ini dapat bermanfaat dengan bijak berbagai Paraphrasing tools yang ada guna memudahkan proses parafrasa, sekaligus mampu melakukan parafrasa manual dengan beberapa langkah editing kalimat atau paragrap yang akan dikutip,” ucap Aprilia ningsih salah satu peserta pelatihan.

Kemampuan mahasiswa dalam memparafrase kalimat kutipan menjadi sebuah kalimat yang tidak terindikasi plagiasi masih rendah. Hal ini dibuktikan masih tingginya persentase plagiasi (diatas 20%) yang terdeteksi melalui Turnitin yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi pada mahasiswa bimbingan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Semarang.

Arso berharap melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa sebagai peserta pelatihan, dilatih untuk memanfaatkan berbagai macam Paraphrasing Tools untuk membantu proses memparafrase. 

“Pelatihan ini tidak semata-mata mengenalkan tentang berbagai Paraphrasing Tools untuk membantu proses parafrase, akan tetapi peserta pelatihan juga dikenalkan dengan berbagai tehnik dalam memparafrase, dan proses editing yang harus mereka lakukan setiap kali memparafrase dengan bantuan mesin paraphrase,” imbuh Arso. 

Dari hasil evaluasi yang telak dilakukan, tim pengabdian masyarakat menunjukkan hasil parafrase peserta sebelum dan setelah melalui proses editing. Kemudian tim melakukan sharing session, yang mana peserta pelatihan bisa melakukan tanya jawab terkait kekurangan dan kelebihan teks parafrase yang mereka kerjakan dan memberikan berbagai masukan positif terhadap kinerja peserta lain. (MJ/60)