Modal Ini, Pria Grobogan Dapat 7 HP Gratis

Grobogan, mediajateng.net- Bermodal postur tubuh dan potongan rambut cepak, dengan mudah David Fransisco (28), warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, berhasil dapatkan 7 handphone dari warga Purwodadi.

David yang bermodal percaya diri, dengan akal bulusnya ditambah mengaku sebagai anggota reserse mampu mengelabuhi korbannya yang kebanyakan wanita.

Kelicikan David, terungkap setelah ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Purwodadi di kamar kosnya sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (28/11/2020).

David digelandang untuk mempertanggungjawabkan penggelapan dua ponsel milik Melisa (18) wanita asal Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, yang sedang menikmati malam di Purwodadi, Jumat (27/11/2020).

Dalam rilis, Selasa (1/12) di jelaskan, pelaku mengelabuhi korban dengan mengaku sebagai anggota reserse. Didatangi reserse saat santai Melisa bersama Rinat Arum remaja wanita berusia 15 tahu asal Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, hanya kebingungan dan takit.

Bahkan, saat diminta untuk ke Mapolres guna dimintai keterangan pun, keduanya nurut dan ikut. Bahkan, saat HP diminta untuk barang bukti, tanpa tahu kesalahannya pun keduanya dengan nurut mengendarai motor mereka dari LP Klas IIB Purwodadi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, korban didatangi pelaku yang saat itu menggunakan masker bertuliskan Dinas Kehutanan, jaket hitam dan mengaku sebagai reserse kepolisian.

Saat itu juga, pelaku menanyakan identitas keduanya. Selain itu, pelaku meminta dua ponsel milik korban dan temannya. Keduanya langsung diminta oleh pelaku untuk mengikutinya ke kantor karena akan ditahan lantaran keduanya sebagai wanita yang keluar hingga larut malam.

Tak curiga, keduanya lalu mengikuti arahan pelaku. Mereka diminta untuk mengendarai sepeda motornya, kemudian pelaku mengikutinya dari belakang.

Saat sampai di Jalan Siswamiharja, tepatnya di depan SMPN 1 Purwodadi, korban melihat pelaku sudah tidak ada. Mereka mencoba mencari ke perkampungan Jalan Cempaka, namun nihil. Keduanya langsung menyadari telah menjadi korban penipuan. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 3 juta.

Keesokan harinya, tepatnya Sabtu (28/11/2020), korban bersama temannya melaporkan hal yang mereka alami semalam ke Polsek Purwodadi. Dari laporan korban, petugas unit Reskrim dan SPKT Polsek Purwodadi langsung melakukan penyelidikan.

“Kemudian berdasarkan sumber informasi, anggota kami mendapati adanya motor tanpa plat nomor yang ciri-cirinya sesuai dengan laporan korban di sebuah kos-kosan di Jalan Cempaka I. Atas informasi tersebut, kami lakukan pengecekan dan penyelidikan. Ternyata benar, pelaku bersama motornya ada di kos-kosan tersebut,” jelas Kapolsek Purwodadi, AKP Sudarwati.

Petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Dari penelusuran Mediajatrng.net, diketahui pelaku mengakui telah melakukan penggelapan dua ponsel milik korban dan temannya.

Dari data yang dikumpulkan Mediajateng.net diketahui selama mengaku serse, pelaku mampu mengumpulkan tujuh ponsel.

“Sudah tujuh kali saya melakukannya. Dapatnya ya HP. Kalau jumlahnya sekitar tujuh buah. Ada yang saya buang ke sungai juga karena LCD nya pecah,” ungkap Fransisco.

AKP Sudarwati mengungkapkan, penangkapan pelaku disertai beberapa barang bukti kesemuanya berupa ponsel.

“Tersangka sudah kami amankan, sekaligus barang buktinya ada empat buah handphone yang kami sita. Namun setelah melakukan pengembangan, didapati lagi ada tiga buah handphone lainnya yang juga hasil dari penipuan. Beberapa diantaranya dibuang ke sungai karena layarnya pecah,” ungkap Kapolsek.

Selain itu, dalam penangkapan tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit motor Yamaha Mio tanpa plat nomor, satu unit helm merk Honda warna hitam dan jaket hitam. Ketiga barang tersebut merupakan sarana yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Atas perbuatannya itu, pelaku diancam dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.