Komunitas Orangtualogy Ajak Anak Menanam Padi

Ungaran-Mediajateng.net

Semakin maraknya gadget akibat kemajuan teknologi membuat anak-anak kehilangan media bermain dan belajar yang menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang tinggal di perkotaan, bermain di alam terbuka merupakan suatu hal yang langka. Hal tersebut yang melandasi sebuah komunitas orangtualogy menyelenggarakan playdate dan fieldtrip bertajuk “Jadi Petani Tjilik dan Angon Bebek” di Balemong Resort Ungaran, Minggu (26/3).

Hujan pagi itu tak menyurutkan langkah sejumlah keluarga untuk mendatangi lokasi fieltrip di wilayah Ungaran tersebut. Rombongan beratribut merah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Semarang tersebut tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas parenting di Kota Semarang.

Salah satu pengurus Komunitas Orangtualogy, Arum Sukma Kinasih, menyebutkan bahwa meski awalnya sempat panik karena hujan yang tak kunjung reda, tetapi para peserta tetap bersabar mengikuti acara.

“Kami berkoordinasi dengan tim Balemong untuk mengadakan games bagi anak-anak sambil menunggu hujan reda. Dan alhamdulilah akhirnya cuaca mendukung kami untuk melakukan kegiatan belajar menanam padi di sawah,” tambahnya.

Saat berbaris menuju area sawah, seluruh anak terlihat antusias. Anak-anak dengan rentang usia 3 sampai 7 tahun tersebut digiring dan diajarkan bagaimana cara menanam padi. Berbagai ekspresi muncul saat kaki dan tangan mereka menyentuh area sawah yang berlumpur.

“Lucu sekali mereka, ada yang senang, ada yang menangis karena kesulitan mengangkat kaki yang masuk kedalam lumpur, dan ada juga yang kegelian, seru sekali. Sayangnya anak saya menolak ketika harus melepas sepatu bootsnya dan masuk ke area sawah. Mungkin lain kali bisa dicoba,” ujar Ana, salah satu peserta.

Yang paling seru, setelah para anak belajar menanam padi, panitia membawa sejumlah ekor bebek untuk diajak bermain bersama. Anak-anak pun semakin antusias berusaha menangkap bebek. Mandi dan jatuh di lumpur pun tak pelak membuat para orang tua ikut bersorak melihat tingkah laku mereka.

Kegiatan pagi itu digelar bukan tanpa alasan. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari belajar menanam padi bagi anak-anak, diantaranya dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi mereka, memperkenalkan profesi petani, menumbuhkan rasa percaya diri, mengajarkan kerjasama tim, menjadi media sensory play bagi anak-anak, serta memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan dibanding hanya bermain gadget.

Disaat yang bersamaan pula, sembari menunggu anak-anak selesai bermain lumpur, sejumlah ibu berkelompok guna melakukan sharing tentang pengetahuan parenting sambil menikmati potluck yang dibawa para peserta.

Usai bermain di lumpur, para anak pun diberikan fasilitas berenang di kolam renang yang ada di area tersebut. Selain itu, panitia juga menawarkan kegiatan tour de hotel yang diikuti sejumlah peserta dengan berkeliling joglo sambil belajar sejarah dan nilai-nilai budaya jawa dan di akhiri pembagian doorprise dan sesi foto bersama.

Playdate dan fieldtrip semacam ini kerap diagendakan komunitas orangtualogy bagi para anggotanya di sejumlah ruang terbuka di Kota Semarang guna meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas para orangtua dan anak.(MJ-505)