Cek Pembangunan Pasar di Brebes Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Laporkan Jika Ada Korupsi

 

Media Jateng, Brebes  РCanda antara pedagang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disela proyek pasar di Brebes tidak ada batas.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang berbaur dengan pedagang pasar tradisional tidak hanya memancing, namun juga mendengarkan suara pedagang pasar tradisional.

Warsih, pedagang berusia 60 tahun asal Brebes, mengaku mendapat kabar bahagia dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bukan karena dagangannya dilarisi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, namun pedagang di pasar tradisional itu senang lantaran pasar kumuh tempatnya mencari rejeki diperbaiki.

Pasar yang dulunya bocor, dibangun Ganjar Pranowo diharapkan Pasar Bawang Sengon di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes tidak bocor lagi.

Baca juga: Makin Baik, Pebalap Indonesia Finis 10 Besar di Seri Penutup JuniorGP World Championship

Tidak saja Warsih, namun kegembiraan juga dirasakan puluhan pedagang Pasar Bawang Sengon, Brebes lainnya. Dengan perbaikan, diharapkan bisa nyaman berdagang.

Pasar Bawang Sengon di Kecamatan Tanjung Kabupaten, Brebes dibongkar dengan bantuan keuangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo senilai Rp3 miliar.

Perbaikan Pasar Bawang Sengon Brebes saat ini telah dibongkar dan proses revitalisasi direncanakan selesai Desember 2022.

“Ya seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang,” kata Warsih, pedagang Pasar Bawang Sengon, Brebes.

Dulu, pasar itu kerap bocor saat hujan turun. Lantainya juga becek karena tumpahan air hujan. Selain itu, kios dan los yang digunakan sangat sempit.

Baca juga : Menghadap Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin dan Menteri Perekonomian Airlangga Bahas Beras

“Sekarang sepertinya lebih besar ukurannya. Senanglah pasti, lebih luas sehingga nyaman. Losnya juga sepertinya diperbanyak. Harapannya jadi lebih ramai dan rejeki para pedagang lancar,” harapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan waktu mengecek pembangunan pasar Bawang Sengon disela kunjungannya di Brebes, Rabu 2 November 2022.

Gubernur Jateng melihat secara detail proses pembangunan dan meminta kualitas bangunan publik benar-benar dijaga.

“Ini saya cek dan baru 17 persen, dan ini musti selesai di Bulan Desember. Maka saya mengingatkan pakem, pakemnya adalah integritas. Yang penting kualitas bagus. Kalau kita cek di awal begini, ada kekurangan kita kasih kesempatan segera diperbaiki ” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak boleh ada korupsi ataupun pungli dalam pembangunan pasar di Brebes. Kalau ada yang minta-minta, pesan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo masyarakat dan pedagang bisa segera lapor.

Baca juga: Polda Jateng Ungkap Percetakan Uang Palsu di Sukoharjo, Amankan Barang Bukti Upal Senilai Rp. 1,26 Miliar

“Maka saya minta kepada kontraktornya, tolong pasar ini dibuat sebaik mungkin karena yang akan menggunakan adalah rakyat. Kalau kualitas bagus, pasti awet, pedagang akan mendapatkan bangunan dengan kualitas yang terbaik,” jelas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Sejak memimpin Jawa Tengah 2013 lalu, pembangunan pasar tradisional memang menjadi konsen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Selama kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, sudah digelontorkan anggaran Rp360 miliar untuk merevitalisasi 79 pasar tradisional di beberapa kota kabupaten di Jawa Tengah.

Program pembangunan pasar tradisional sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo melalui program revitalisasi 5.000 pasar tradisional.

“Kenapa kita harus bantu pedagang pasar trasional, ya kalau yang modern sudah banyak dan kwlasnya pasti menengah ke atas. Sekarang yang kita pikirkan yang kelas bawah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 

Ganjar juga mengatakan tidak melepas pembangunan pasar tradisional di Brebes ke investor. Semua pasar tradisional dibangun dengan anggaran pemerintah.

“Kalau dikasih investor kan pedang kesulitan. Biayanya bisa ugal-ugalan. Maka sudah kita putuskan kita tangani sendiri,” tambah Gubernur Ganjar Pranowo.

“Maka rakyat yang paling bawah yang hari ini musti diberikan perhatian termasuk ini bagian dari tanggung jawab kita kepada mereka yang lemah. Bakul-bakul ini juga marhaein soalnya,” pungkas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(MJ/Wahyu)