Bukan Beribadah, Empat Lelaki Ini Justru Judi di Bulan Suci

PEKALONGAN, Mediajateng.net – Jika umat muslim tengah khusuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan, empat lelaki warga Kabupaten Pekalongan ini justru khusuk bermain judi. Alhasil merekapun diringkus aparat, Rabu (30/5).

Mereka tengah asyik bermain judi tiongpie di siang bolong di sebuah tanah kosong Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo. Kini empat tersangka diringkus bersama sejumlah barang bukti.

Keempat tersangka yang berhasil diamankan adalah Arofi (44), Taufik (41) Amad Duri (50) dan M Slamet (54) yang semuanya merupakan warga Desa Kwagean, Kecamatan Kedungwuni. Adapun barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 889.000, kartu remi sejumlah 260 lembar.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan atas laporan dari masyarakat bahwa di Dukuh Rasi Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo sering dijadikan ajang permainan judi jenis Tiongpi.

Anggota yang berdinas dengan mengenakan pakaian preman langsung melakukan pengecekan dan pemantauan dilokasi.

“Saat dilakukan penyelidikan ternyata ada segerombola orang sedang melakukan perjudian di sebuah kebun belakang rumah yang terdapat 2 kalangan atau kelompok permainan perjudian. Anggota kemudian langsung melakukan penggerebekan di lokasi,” katanya.

Menurutnya, saat kedatangan petugas sejumlah pemain sempat berusaha kabur namun berhasil dikejar dan diamankan. Dari empat pelaku yang berhasil diamankan berdama sejumlah barang bukti, 6 orang lainnya melarikan diri.

“Barangbukti yang diamankan berupa uang tunai sebesar Rp. 889.000, dan kartu remi sejumlah 260 lembar. Kemudian barang bukti dan pelaku dibawa ke Polsek Wonopringgo guna Penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, keempat tersangka kini masih menjalani pemeriksaan labih lanjut dengan dikenakan pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHPidana tentang perjudian. Sementara keempat tersangka masing masinh terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dengan kejadian itu Kasubbag Humas mengimbau kepada masyarakat di bulan suci ramadan ini agar menjauhi segala bentuk perjudian.

Dari keterangan salah seorang tersangka saat menjalani penyidikan mengaku melakukan judi karena iseng saat berkumpul denga teman- temannya. Namun apes ketika ada penggerebekan dirinya langsung ditangkap petugas bersama tiga temannya.