Belum Banyak Kyai Yang Melek Medsos

Semarang-mediajateng.net

Jawa tengah sampai saat ini masih menjadi area nyaman bagi berkembangnya kelompok terorisme. Dengan budaya Jawa yang cenderung terbuka pula menjadikan aktivitas terorisme menjadi gampang berkembang. Hal ini terungkap dalam diskusi Prime Topic dengan mengangkat tema Menangkal Terorisme, Senin (20/2) di Semarang.

Ketua Forum Silahturahmi Kyai Muda Jawa Tengah, K.H Anis Maftuhin mengatakan, terorisme seringkali mengatasnamakan agama karena gampang laku. Menjadi mudah berkembang pula ketika keberadaan media sosial ikut mendukung didalamnya. Dengan berkedok agama, maka keberadaan pesantren saat ini pun harus mulai berbenah.

“Sedikit kyai yang melek media” tegasnya. Untuk itu Anis berharap pesantren nantinya bisa bergerak menuju ke arah literasi.Bukan sekedar mampu mengajarkan ajaran Islam namun juga harus mampu memberikan counter setiap ajaran yang melenceng. Saat ini pun, pihaknya terus berupaya mengembangkan konsep “ngaji jurnalistik” di setiap pesantren yang ada di daerah.Agar nantinya santri tersebut menjadi tidak hanya paham Islam akan tetapi juga paham memberikan tulisan – tulisan di media sosial.

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Jawa Tengah menyebut wilayah Jawa Tengah masih menjadi basis perekrutan kelompok teroris. Latar belakang budaya Jawa menjadi sulit untuk membedakan mana perekrut dan pelaku.(MJ-202)

Comments are closed.