Bawaslu dan Universitas PGRI Upgris, dalam pertemuan di kampus, Semarang. Foto: Mediajateng.net/ Humas Bawaslu Demak

Bawaslu Demak Gandeng UPGRIS, Buka Ruang Magang Hukum dan Kampus Pengawas Partisipatif

admin
By
admin
4 Min Read

Media Jateng, Demak— Bawaslu Kabupaten Demak memperkuat konsolidasi demokrasi dengan memperluas kerja sama akademik bersama Fakultas Hukum Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam tata kelola kepemiluan dan penyelesaian sengketa.

Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang hukum dan pengawasan pemilu.

“Bawaslu Demak membuka ruang bagi mahasiswa Fakultas Hukum UPGRIS untuk mengikuti program magang, pelatihan pengawasan partisipatif, hingga kelas pendidikan penyelesaian sengketa,” ujar Kusfitria usai menemui pimpinan rektorat UPGRIS.

Selain program magang, kerja sama ini juga mencakup inisiasi Program Kampus Pengawas Partisipatif serta penyelenggaraan kuliah umum dan seminar berkala mengenai isu-isu kepemiluan.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengapresiasi langkah Bawaslu Demak yang membuka pintu kolaborasi bagi sivitas akademika. Menurutnya, pengalaman langsung di lembaga pengawas pemilu akan memperkaya wawasan praktis para mahasiswa dan dosen.

“UPGRIS selalu terbuka untuk bermitra dengan pemangku kepentingan. Dosen maupun mahasiswa dapat belajar dan bekerja sama dalam lingkup pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Sapto.

Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih, S.Pd., M.Pd., MH, menyampaikan Bawaslu Demak membuka ruang bagi mahasiswa fakultas hukum (FH) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) saat menemui Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, SH., MH, Kamis (20/08).

“Salah satu agenda yang menjadi poin kerja sama Bawaslu Demak dengan Fakultas Hukum UPGRIS Semarang adalah Bawaslu membuka ruang bagi mahasiswa FH Upgris untuk magang, diskusi, pelatihan pengawasan partisipatif ataupun bisa mengikuti kelas pendidikan penyelesaian sengketa,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan di ruang Rektor UPGRIS tersebut merupakan bagian dari konsolidasi demokrasi dan agenda kolaborasi Bawaslu Demak dengan UPGRIS.

Kusfitria menambahkan ada beberapa kolaborasi strategis yang bisa dibangun antara Bawaslu Demak dan UPGRIS, diantaranya adalah Program Kampus Pengawas Partisipatif serta Kuliah umum dan seminar rutin tentang demokrasi dan kepemiluan.

Selain fakultas hukum, Kusfitria juga menaruh harapan kepada UPGRIS agar dapat memberikan bekal kepada mahasiswa calon guru agar kelak menjadi guru yang dapat memberikan wawasan kebangsaan, pendidikan politik, dan demokrasi kepada peserta didiknya.

Menurutnya, diruang pendidikan demokrasi sosok guru merupakan agen pendidikan yang paling dekat dengan pemilih pemula.

Oleh karena itu banyak strategi yang dapat dilakukan dalam upaya pelibatan guru sebagai fasilitator maupun motivator dalam berdemokrasi, antara lain dengan membentuk “Guru Sahabat Demokrasi” sebagai mitra Bawaslu dalam pendidikan pengawasan partisipatif ; Menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi guru terkait kepemiluan, pengawasan partisipatif, dan pencegahan pelanggaran pemilu; Melibatkan guru sebagai narasumber atau fasilitator dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif dan kegiatan Bawaslu Goes To School atau pun pengembangan media pembelajaran kreatif seperti video pendek, podcast, komik digital, dan simulasi pemilu yang menarik bagi generasi muda.

” Guru juga bisa menyusun modul pembelajaran sederhana tentang demokrasi, pemilu, anti politik uang, dan etika bermedia sosial yang dapat digunakan di sekolah.” Ujarnya.

Rektor UPGRIS, Sapto Budoyo, mengapresiasi atas kedatangan Bawaslu Demak serta membuka pintu lebar untuk bersinergi bersama dalam peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan.

Sapto menyampaikan untuk peningkatan dan kemajuan pendidikan, UPGRIS selalu berkomitmen dan membuka pintu untuk bermitra dengan stakeholder, salah satunya Bawaslu Demak.

“UPGRIS selalu berkomitmen untuk bermitra dengan stakeholder, salah satunya Bawaslu Kabupaten Demak. Mahasiswa atau pun dosen UPGRIS bisa belajar dan bekerja sama dengan Bawaslu terkait pemajuan pendidikan, penelitian, atau pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sinergitas dengan Bawaslu Demak diharapkan dapat menumbuhkan pelajaran politik dan demokrasi kepada mahasiswa, dan tentu akan menjadi pengalaman bagi civitas akademika.

Share This Article