Media Jateng, Semarang – Bank Jateng terus bekerja keras realisasikan mimpi warga Jawa Tengah untuk memiliki rumah sendiri di tahun 2026.
Bank Jateng menyalurkan kredit senilai Rp279,1 miliar kepada 1.100 debitur dalam rangkaian Gebyar Fest 81. Penyaluran tersebut menyasar pelaku usaha kecil, masyarakat berpenghasilan rendah, hingga kebutuhan kendaraan dan perumahan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, momentum Gebyar Fest 81 harus menjadi titik penguatan peran Bank Jateng sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat sekaligus penggerak perekonomian daerah.
“Kita kembangkan Bank Jateng menjadi bank sejuta umat yang dekat dan dimiliki oleh masyarakat,” kata Ahmad Luthfi saat membuka Gebyar Fest 81 di Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu 12 Agustus 2026.
Gebyar Fest 81 digelar serentak pada 12-16 Agustus 2026 di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan berlangsung di 44 kantor cabang Bank Jateng yang tersebar di Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Yogyakarta, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai pameran UMKM binaan Bank Jateng, peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga akad kredit massal bagi 1.100 debitur.
Luthfi menegaskan, ekspansi pembiayaan Bank Jateng harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kredit tidak boleh hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi harus menjangkau berbagai lapisan dan aktivitas ekonomi.
“Kredit yang diberikan harus menyentuh semua lini. Mulai padat karya sampai padat modal, dari kawasan industri sampai UMKM, kredit perumahan sampai kredit motor dan mobil,” ujarnya.
Menurut dia, semakin luas akses pembiayaan, semakin besar pula kontribusi Bank Jateng dalam menggerakkan perekonomian dari tingkat provinsi hingga desa.
Karena itu, Luthfi berharap Bank Jateng tidak sekadar menjadi institusi perbankan milik pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bank yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita arahkan agar Bank Jateng menjadi kebanggaan masyarakat sehingga ada rasa memiliki dari masyarakat untuk membangun daerah,” katanya.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, mengatakan, Gebyar Fest 81 bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendorong masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kapasitas ekonominya.
Dalam rangkaian Gebyar Fest 81, Bank Jateng melakukan akad kredit massal kepada 1.100 debitur dengan total plafon Rp279,1 miliar.
“Kredit ini fokus pada program pemerintah untuk mengentaskan dan menaikkan kelas pelaku usaha kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Bambang.
Dari total penyaluran tersebut, 708 debitur menerima KUR dengan plafon Rp 174 miliar. Kemudian 256 debitur mendapatkan KPR-KPP dengan total plafon sekitar Rp 99 miliar, serta 136 debitur memperoleh kredit kendaraan bermotor dengan plafon Rp 4,77 miliar.
Penyaluran kredit tersebut dilakukan selama periode Juli-Agustus 2026.
Tak hanya melalui pembiayaan usaha, Bank Jateng juga memperkuat dukungan terhadap program perumahan. Hingga saat ini, penyaluran kredit program perumahan (KPP) Bank Jateng telah mencapai Rp 1 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Bank Jateng sebagai BPD dengan penyaluran KPP terbesar di Indonesia. Nilainya diproyeksikan kembali bertambah sekitar Rp500 miliar dari penyaluran berikutnya.
“Bank Jateng berkomitmen sebagai mitra pembangunan daerah melalui akses pembiayaan,” ujar Bambang.
Dengan rangkaian pembiayaan tersebut, Gebyar Fest 81 tak hanya menjadi perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi momentum memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan dan memperkuat peran Bank Jateng sebagai salah satu penggerak ekonomi Jawa Tengah.
