Semangati Diponegoro Muda, Ini Seruan Menteri Pertanian Amran Sulaiman

admin
By
admin
5 Min Read

Media Jateng, Semarang — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, membakar semangat juang 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP). Di hadapan ribuan generasi penerus bangsa, Mentan Amran menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada ketangguhan karakter, integritas, dan keberanian anak muda dalam mengambil tindakan nyata.

Pesan tersebut disampaikannya secara interaktif dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang, Kamis (6/8). Mengusung tema penguatan nilai-nilai Pancasila dan budaya antikorupsi, ia memotivasi mahasiswa agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan agen perubahan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Mentan Amran mengajak Diponegoro Muda untuk memandang integritas bukan sebagai teori abstrak di ruang kuliah, melainkan pilihan moral yang tercermin dalam tindakan sehari-hari. Ia turut membagikan filosofi hidup yang diwariskan oleh sang ibunda—sebuah prinsip fundamental yang terus ia pegang teguh hingga hari ini:

“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak sendiri.”

Prinsip sederhana ini, menurut Mentan Amran, adalah fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi. Kecerdasan intelektual dan keahlian profesional akan kehilangan esensinya jika tidak dikawal oleh kejujuran serta keteguhan prinsip.

“Kalau karaktermu hilang, you lose everything,” tegasnya di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Pengalaman Nyata: Keberanian Melawan Penyimpangan
Sebagai pemimpin yang lama berkecimpung di pemerintahan, Mentan Amran membagikan kisah nyata ketegasannya dalam membersihkan berbagai praktik kotor yang merugikan para petani dan masyarakat luas. Ia mencontohkan langkah penertiban tata niaga pangan dan distribusi pupuk bersubsidi yang penuh tantangan.

Bagi Mentan Amran, sikap antikorupsi tidak boleh berhenti pada slogan. Nilai itu menuntut keberanian bertindak secara nyata untuk memberantas penyimpangan, bahkan ketika ujian tersebut datang dari lingkungan terdekat sekalipun. Keteladanan ini disampaikannya untuk memantik jiwa ksatria para mahasiswa agar kelak siap memimpin dengan bersih dan berani.

Formula Sukses Diponegoro Muda: Mimpi Besar dan Ketekunan
Kuliah umum yang berlangsung cair dan penuh kehangatan ini juga diwarnai dialog langsung dengan mahasiswa yang telah merintis usaha sejak bangku sekolah. Melihat potensi besar tersebut, Mentan Amran mendorong mahasiswa UNDIP agar tidak takut bercita-cita tinggi, namun harus diimbangi dengan eksekusi yang konsisten.

Ia merumuskan tiga kunci utama kesuksesan yang harus dipegang oleh setiap mahasiswa:

Make Big Dream: Beranilah memiliki mimpi besar dan gagasan yang visioner.

Take Action: Wujudkan mimpi tersebut melalui aksi nyata, bukan sekadar angan-angan.

Persistent: Pertahankan ketekunan dan konsistensi dalam menghadapi setiap rintangan.

Menurut Mentan Amran, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Ia berkisah tentang perjalanan hidupnya yang dimulai dari kondisi ekonomi terbatas, bekerja sejak muda, hingga mengalami kegagalan bertahun-tahun sebelum meraih keberhasilan. Pengalaman tersebut ia jadikan contoh agar mahasiswa tidak mudah menyerah dan berani membangun kemandirian sejak kuliah.

Dialog kemudian berkembang ke persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan aspirasi mengenai pupuk, irigasi, regenerasi petani, hama tanaman hingga distribusi pangan. Salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, misalnya, mengangkat persoalan tingginya harga beras di daerahnya. Amran merespons dengan menghubungi jajaran terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan distribusi pangan di wilayah tersebut.

Mentan Amran juga menaruh perhatian pada peran perguruan tinggi dalam transformasi pertanian. Pemanfaatan drone, traktor modern, dan berbagai teknologi pertanian dinilainya membuka ruang baru bagi generasi muda. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi ikut menciptakan inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat. “Yang bisa mengubah Indonesia adalah kampus,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyambut para mahasiswa baru untuk memulai kehidupan akademik dengan semangat belajar sekaligus membangun karakter. UNDIP mendorong Diponegoro Muda menjadi generasi yang cerdas, tangguh, terbuka terhadap gagasan, mampu menghadapi tekanan, serta tetap berpijak pada norma agama dan aturan yang berlaku.

Prof. Suharnomo turut mengajak mahasiswa menjadi generasi COMPLETE—Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator. Mahasiswa diharapkan tekun menuntut ilmu sekaligus memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Kuliah Umum tersebut memberi bekal awal bagi para Diponegoro Muda sebelum memasuki kehidupan kampus. Pesan tentang integritas, kerja keras, keberanian berinovasi, serta kepedulian terhadap persoalan publik menegaskan satu hal: pendidikan tinggi bukan hanya jalan memperoleh gelar, tetapi proses membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu secara bertanggung jawab. Semangat itu sejalan dengan komitmen UNDIP Bermartabat dan UNDIP Bermanfaat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul, tetapi juga hadir membawa manfaat bagi masyarakat.

Share This Article