Gubernur Ahmad Luthfi di Konfercab PMII Kudus: Dorong Mahasiswa Kritis Berbasis Konsep, PMII Nyatakan Siap Kawal Pemerintahan

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Kudus — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerukan kepada para aktivis mahasiswa agar tidak pernah lelah bersikap kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan. Namun, ia menekankan bahwa kritik yang konstruktif harus dibangun di atas fondasi pemahaman masalah yang mendalam, konsep yang jelas, serta dikawal secara tuntas hingga membuahkan tindak lanjut nyata.

Pesan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (8/8/2026).

Ajakan Gubernur: Salurkan Energi untuk Solusi Konstruktif
Di hadapan sekitar 230 kader yang hadir dari tingkat rayon, komisariat, hingga cabang, Luthfi menegaskan bahwa mahasiswa memiliki energi luar biasa yang harus diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Sebagai agen perubahan, peran mahasiswa tidak cukup hanya berhenti pada aksi protes, melainkan harus ditopang oleh komunikasi publik yang matang dan penguasaan data yang akurat.

“Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif,” ujar Luthfi.

Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi koridor hukum, termasuk Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Menurutnya, hak menyampaikan aspirasi harus dijalankan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan hak-hak warga negara lainnya, serta tetap menjaga kondusivitas daerah demi kelancaran investasi dan pembangunan.

“Jawa Tengah tetap aman. Saya jamin, tidak pernah ada konflik komunal horizontal di Jawa Tengah. Jawa Tengah punya tepa selira, tenggang rasa antarmasyarakat kita,” tuturnya meyakinkan.

Sikap PMII Kudus: Dukungan Penuh untuk Keluarga Besar Organisasi
Menanggapi arahan tersebut, Ketua PC PMII Kabupaten Kudus, Medan Wijaya, secara terbuka menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Ikatan emosional yang kuat menjadi landasan utama, mengingat Ahmad Luthfi tercatat sebagai bagian dari keluarga besar alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya.

“Kami menyadari bahwa Pak Gubernur bukan orang lain, tetapi bagian dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” ungkap Medan Wijaya.

Sikap terbuka ini turut disambut positif oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu siap menerima masukan, ide, serta inovasi dari kader-kader PMII demi kemajuan daerah.

Konfercab XXXII PC PMII Kudus ini tidak hanya menjadi momentum regenerasi kepengurusan dan perumusan kajian strategis organisasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah secara kolaboratif.

Share This Article