Media Jateng, Semarang — Jika Dilan dulu sukses membuat satu Indonesia baper dengan gombalan maut dan motor reognya, maka lembaran baru kisah cinta anak muda kini siap dibuka lewat layar lebar. “Berbeda dengan Dilan, Dan Bandung akan membawa cerita yang lebih fresh dan modern untuk anak-anak muda zaman sekarang,” ucap sang maestro sastra, Pidi Baiq, menggambarkan karya terbarunya yang disutradarai dengan apik oleh Rudi Sudjarwo.
Aura romatisme Kota Kembang yang magis dan puitis itu mendadak merasuk ke dalam teater. Para penonton beruntung yang hadir dalam Special Screening film Dan Bandung di Citra XXI Mal Ciputra, Semarang, Jumat malam 7 Agustus 2026, seolah diajak bernostalgia dan jatuh cinta lebih awal, jauh sebelum film ini resmi tayang serentak di bioskop tanah air pada 20 Agustus 2026 mendatang.
“Syuting langsung di Bandung, film ini mengangkat kisah romantis yang karakternya sangat dekat dan disukai oleh semua penonton Indonesia, jadi bukan semata-mata hanya dinikmati warga Bandung saja,” ujar Titin Suryani, produser film Dan Bandung, usai pemutaran khusus.
Melihat lautan penonton yang hanyut terbawa emosi, senyum baper, hingga derai air mata di sepanjang pemutaran, Titin optimistis film ini bakal mencuri hati jutaan penonton. Terlebih, film ini tidak sekadar menjual kisah cinta monyet, melainkan paket lengkap dinamika hidup anak muda.
“Targetnya seluas mungkin. Film ini tentang indahnya arti persahabatan, dinamika hubungan orang tua dan anak—baik dari sisi Elma maupun Basil—serta konflik hangat di dalamnya. Ada pesan parenting juga, bagaimana seharusnya orang tua bersikap agar membentuk anak yang hebat. Plus, bumbu persahabatan yang kental bikin film ini wajib banget ditonton,” tambahnya penuh semangat.
Chemistry Kuat dan Pendalaman Karakter Tanpa ‘Reading’. Artis muda berbakat Shanna Shannon yang didapuk memerankan tokoh utama wanita bernama Elma, membagikan cerita di balik layar yang seru. Alih-alih proses reading naskah pada umumnya, ia dan para pemain lain digembleng langsung oleh sang sutradara lewat metode unik.
“Kami selama satu bulan menjalani proses simulasi bersama Mas Rudi Sudjarwo untuk pendalaman karakter masing-masing sebelum syuting. Jadi nggak perlu ada proses reading lagi,” cerita pemeran Elma dengan mata yang berbinar-binar.
Menghidupkan karakter Elma yang pemalu namun menyimpan gejolak jiwa muda diakui Shanna tidak terlalu sulit karena ada kemiripan sifat. Tantangan terbesarnya justru terletak pada bagaimana ia harus merawat emosi dan menggali konflik batin yang berlapis sesuai alur cerita romansa yang intens.
Ketika Seni Rupa, Farmasi, dan Tribun Persib Menyatukan Dua Jiwa. Bagi para pencinta kisah cinta penuh liku, Dan Bandung menjanjikan ramuan cerita yang manis sekaligus mendebarkan. Film ini menyoroti kisah Basil, seorang mahasiswa Seni Rupa berjiwa bebas, yang tak sengaja berpapasan pandang dengan Elma, mahasiswi Farmasi yang memesona, pemalu, namun hidup dalam kungkungan aturan super ketat dari orang tuanya.
Semuanya bermula dari atmosfer riuh tribun Stadion saat menonton Persib. Terpesona pada pandangan pertama, Basil yang kreatif nekat mencetak desain kaos bertuliskan “Dicari: Bidadari Bobotoh” dengan memampang wajah Elma di dada kain.
Siapa sangka, kaos itu mendadak viral di jagat maya dan membuat nama Elma mendadak jadi buah bibir seantero Bandung. Elma yang kaget dan marah besar lantas meminta kaos itu ditarik. Namun, justru dari percikan amarah dan benturan takdir itulah benih-benih cinta tumbuh, mendekatkan dua hati yang semula berada di dunia berbeda.
Dan Bandung pada akhirnya menjelma menjadi sebuah ode cinta: tentang dua anak muda yang harus berjuang merajut asa di tengah restu keluarga yang belum sejalan, dengan Kota Bandung sebagai saksi bisu setiap debar dan air mata mereka.
