Gubernur Ahmad Luthfi, Pantura Timur untuk Penopang Swasembada Pangan Jawa Tengah

admin
By
admin
3 Min Read

Media Jateng, Pati –  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan lumbung pangan dikawasan Pantai Utara (Pantura) timur. Daerah penyangga pangan meliputi eks Karisidenan Pati yakni Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, Jepara dan Blora.

Perencanaan Pantura Timur sebagai penopang swasembada pangan merupakan program keberlanjutan pembangunan tahun 2025 yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Tentu program-program provinsi dan kabupaten/kota, akan secara berjenjang, berlanjut, dan berkesinambungan. Ini perlu agar kesinambungan pembangunan kita jelas,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan arahan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks karesidenan Pati di Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin, 21 April 2025.

Musrenbangwil dihadiri perwakilan dari Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora. Musrenbangwil tambah Ahmad Luthfi untuk belanja masalah di Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

Luthfi meminta seluruh bupati di untuk benar-benar memetakan permasalahan yang berkaitan dengan arah peneguhan sebagai lumbung pangan atau swasembada pangan.

“Ini baru belanja masalah awal. Finalnya nanti pada saat kita Musrenbang tingkat provinsi. Artinya beberapa tokoh dan lapisan masyarakat kita undang, dipimpin oleh forkopimda untuk menyampaikan problem solving di wilayah masing-masing untuk 2026,” ungkap Mantan Kapolda Jateng.

Sebagai penumpu pangan nasional, beber Gubernur, Jawa Tengah telah ditargetkan bisa menyumbang sekitar 11 juta ton padi di tahun 2025. Ia optimistis target tersebut dapat dicapai, mengingat sampai April 2025 saja produktivitas padi di Jawa Tengah sudah mencapai 4,9 juta ton.

Guna meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, maka harus bekerja bersama. Contohnya, setiap daerah harus tegas dalam mempertahankan lahan hijau dan lahan pertanian. Selain itu, fasilitas-fasilitas terkait saluran air primer, sekunder, dan tersier harus tuntas diperbaiki.

“Kita petakan daerah-daerah yang sekarang musim  kering agar nanti bisa kita intervensi. Entah dengan sumur atau dengan apa nanti dibicarakan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan daerah di Jawa Tengah juga diarahkan pada pengembangan wilayah aglomerasi. Ia mencontohkan, daerah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora memiliki potensi yang beragam, mulai dari pertanian, perikanan, sampai dengan industri. Sehingga pembangunannya bisa diarahkan pada sektor tersebut.

“Aglomerasi itu nafasnya untuk menumbuhkan perekonomian baru. Nanti akan rapat, bupati-bupati itu tidak bisa berdiri sendiri, mereka harus bekerja sama untuk menciptakan wilayah ekonomi baru. Wilayah (eks karesidenan) Pati ada industri, pertanian, perikanan, dan macam-macam. Nah nanti tinggal rapat mereka prioritasnya apa,” pungkas Luthfi. Media Jateng

Share This Article