Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Tinggal Menunggu Assesmen Dari Kementerian Sosial

admin
By
admin
2 Min Read

Media Jateng, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmen dalam mendukung program Sekolah Rakyat, yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi mengenai lahan, dan sudah mengajukan proposal ke Kemensos.

“Informasi terakhir sudah dilakukan asesmen (penilaian) terkait lokasi yang diajukan,” kata Sumarno, seusai menghadiri Halalbihalal Paguyuban Pensiunan Pengelola Keuangan (P3K) Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Korpri Jateng, Rabu, 16 April 2025.

Baca juga :21 Kecelakaan Terjadi di Jalur Perlintasan KA,Waspada Selalu 

Ditambahkan, semua kabupaten/ kota sudah mengajukan usulan dan menunggu asesmen dari Kemensos.

Soemarmo menegaskan, sekolah rakyat yang digagas Kemensos ditujukan hanya untuk masyarakat yang benar-benar miskin. Karenanya, pengawasan pelaksanaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga akan melibatkan masyarakat.

“Nantinya, untuk pendataan kami benar-benar mengharapkan masukan dari masyarakat, agar siswa yang masuk sesuai dengan harapan,” tegas sekda.

Baca juga : Pulihkan Trauma Pasca Keracunan Massal, Tim Dokter Polres Klaten Berikan Trauma Healing

Terkait database, imbuhnya, lemprov akan mempergunakan data kemiskinan yang dimiliki oleh Kemensos. Sebab, pendirian Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.

Berdasarkan laman Kemensos.go.id, Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026, tepatnya pada Juli 2025.

Sementara itu, proses penerimaan peserta didik dan rekrutmen tenaga pendidik dimulai pada April 2025 ini.

Baca juga : Dapat Laporan Jalan Rusak, AgustinaWalikota Semarang Langsung Berikan Respon

Peserta didik akan diseleksi melalui berbagai tahapan, termasuk seleksi administratif, di mana anak-anak yang berhak mendaftar adalah mereka yang termasuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Selanjutnya, calon siswa akan menjalani tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah (home visit), wawancara dengan orang tua, serta pemeriksaan kesehatan.

Share This Article