Banyumas

Pantauan Husein, Penyembelihan Hewan Kurban di Banyumas Patuhi Protokol

×

Pantauan Husein, Penyembelihan Hewan Kurban di Banyumas Patuhi Protokol

Sebarkan artikel ini

Banyumas, mediajateng.net – Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein Selasa (20/7) pagi hingga siang, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, panitia mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. Bupati memantau penyembelihan hewan kurban di beberapa titik menemukan mereka cukup ketat mematuhi Protokol Kesehatan.

“Dari pantauan yang kami lakukan, mereka masyarakat melaksanakan imbauan Pemkab Banyumas dan MUI Kabupaten Banyumas, dengan menyembelih hewan kurban secara tertib, panitia memakai masker, tempat terbuka, tidak ditonton orang, memang jaga jarak yang memang susah. Namun secara umumnya mereka patuh, apa memang sudah dipersiapkan kalo saya datang ga tau. Tolong bantu kami untuk teman wartawan ikut memantau kami mohon informasi,” kata Bupati kepada Wartawan.

Berdasarkan data yang masuk, meski ada himbauan penyembelihan hewan kurban secara bertahap setelah idul adha namun ada 3.185 lokasi yang dilaporkan ada penyembelihan. Untuk itu Forkompimda, Forkopimcam, Kepala Desa hingga Babinsa dan Babinkamtibmas dilibatkan Ikut pemantauan.

Sumarwoto wartawan Antara yang melakukan pantauan di salah satu lokasi penyembelihan hewan kurban, di Kelurahan Purwanegara RT 09 RW 04, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, mengatakan bahwa warga dalam menyembelih hewan kurban tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Sekeliling lokasi penyembelihan hewan kurban tersebut diberi pagar dengan menggunakan terpal, sedangkan di bagian dalamnya terdapat beberapa bangunan sederhana semacam jongko, masing-masing difungsikan untuk tempat penyembelihan, pencucian, pemotongan daging, dan pengemasan daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya Ketua Panitia Kurban Suparno mengaku sebelum pelaksanaan kurban, sudah dirapatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, tempatnya dibuat tertutup, tidak dihadiri semua, pakai masker, dan yang sakit tidak boleh ikut terlibat.

Terkait dengan pendistribusian daging kurban, panitia dibantu para remaja setempat mengantar ke rumah-rumah warga yang berhak menerima. Kebiasaan sebelumnya memakai kupon, sehingga terjadi kerumunan. Kalau sekarang diantar ke rumah warga oleh remaja.

Ditempat terpisah salah seorang warga Rempoah Kecamatan Baturraden, Timur Tugas Pratama sejak awal memilih menyembelihkan hewan kurban di RPH. Bahkan dirinya bersama jamaah Musholla Nurul Iman mengikuti anjuran pemerintah, hewan kurban disembelih hari kedua.

“Jamaah Musholla Nurul Iman kurban satu ekor sapi, karena ada kebijakan penyembelihan tidak boleh di lingkungan, kami memutuskan untuk menyembelih di RPH, dan disembelih besok Rabu (21/7),” katanya.

Menurutnya menyembelih hewan kurban di RPH jauh lebih aman, kondisi kesehatan sapi terkontrol, penyembelihannya lebih higienis, tidak ada kerumunan, dan sebagainya.

“Nantinya jamaah yang ikut kurban sudah menerima bagian masing-masing untuk didistribusikan di lingkungannya,” katanya. (MJ/50)