Media Jateng, Semarang – Peta dukungan menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) mulai mengerucut. Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah secara terbuka menyatakan dukungan kepada KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dukungan tersebut disampaikan melalui maklumat yang dibacakan di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/7/2026). Para pengurus cabang menilai Nahdlatul Ulama membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat khidmah kepada umat.
Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan, mengatakan aspirasi tersebut lahir dari keinginan para pengurus cabang dan masyayikh agar PBNU ke depan lebih fokus membangun organisasi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan pelayanan kepada warga NU.
“Kami berharap lahir kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen Nahdlatul Ulama, menjaga persatuan, dan mengembalikan orientasi organisasi untuk berkhidmah kepada umat serta jam’iyah,” ujarnya.
Dalam maklumat tersebut, Gus Yusuf dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan, latar belakang pesantren yang kuat, serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Selain memperkuat organisasi, kepemimpinan PBNU mendatang diharapkan mampu mendorong pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi warga, layanan kesehatan, penguatan pesantren, hingga pembinaan kader di seluruh tingkatan organisasi.
Para pengurus juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, Qanun Asasi, dan semangat perjuangan para pendiri NU sebagai pijakan dalam menjalankan roda organisasi.
Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan apresiasi kepada para kiai, masyayikh, dan pengurus PCNU yang memberikan kepercayaan kepadanya.
Menurutnya, amanah menjadi Ketua Umum PBNU bukan sekadar persoalan kepemimpinan, melainkan tanggung jawab besar untuk mengabdi kepada Nahdlatul Ulama.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para masyayikh dan sahabat-sahabat PCNU. Jika memang diberikan amanah untuk berkhidmah, insyaallah saya siap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ia juga berharap Muktamar NU dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah warga Nahdliyin, bukan justru memunculkan perpecahan.
“NU adalah rumah besar kita bersama. Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan agar organisasi ini terus memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.
Sebanyak 22 PCNU yang menyatakan dukungan berasal dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Cilacap, Salatiga, Demak, Kudus, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Batang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Kota Surakarta.
Deklarasi tersebut juga dihadiri sejumlah kiai sepuh NU, Himpunan Alumni Santri Lirboyo, IMAP Ittihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso, serta alumni Pondok Pesantren API Tegalrejo.(ot/mj)
