Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Program Desa Dampingan Pemprov Jateng Direplikasi di Purbalingga

Media Jateng, Purbalingga – Wakil Gubernur Jawa Tengah apresiasi pengentasan kemiskinan di Purbalingga.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengikuti langkah Pemprov Jateng dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Di depan Wakil Gubernur Jateng, Bupati Purbalingga, Dyah Ayu Pratiwi, menyebutkan bahwa jajarannya telah mereplikasi program Satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Satu Desa Dampingan di Kabupaten Purbalingga.

Saat memberikan sambutan selamat datang di Kantor Desa Cendana, Dyah di depan Wakil Gubernur Jateng menyampaikan jika wilayahnya masuk lima besar zona miskin di Jawa Tengah.

Pendampingan disebutkan Bupati Purbalingga, menjadi prioritas bagi jajarannya untuk mengentaskan kemiskanan di Kabupaten Purbalingga.

“Kami laporkan di Purbalingga, masih ada beberapa permasalahan mendasar,” ungkap Bupati Purbalingga.

“Salah satunya berkaitan dengan kemiskinan. Angka kemiskinan kita (Purbalingga) di 5 besar. Ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah kabupaten,” rambah Dyah saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan oleh Wagub di kantor Desa Cendana, Kamis 23 Juni 2022.

Dyah menjelaskan di wilayah Purbalingga, terdapat 62 desa yang masuk dalam zona merah.

Kata Bupati Purbalingga, desa-desa tersebut kemudian mendapat pendampingan dari OPD yang ada di Purbalingga.

“Sesuai arahan pemprov (Jateng) kami di Purbalingga melakukan langkah. Kita (Purbalingga) ada 62 desa yang masuk desa miskin dan miskin ekstrem,” tambah Bupati Purbalingga.

‘Kita bagi ke seluruh OPD untuk masing-masing memiliki desa binaan,”terang Bupati Purbalingga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, merasa senang program Desa Dampingan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah.

Bagi Wagub Jateng Taj Yasin, hal ini sangat bagus untuk mengentaskan kemisikinan.

Wagub Jateng Taj Yasin menilai perlu upaya lebih masif lagi untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Bukan ungkap Wagub Jateng Taj Yasin, hanya pada jajaran pemerintah kabupaten saja, namun perusahaan.

“Setiap tahun saya kumpulkan pelaku usaha. Bukan hanya yang besar, teman-teman yang menengah, kecil juga banyak yang mau memberikan bantuan,” kata Wakil Gubernur Taj Yasin.

Lebih jauh, Wagub Jateng meminta adanya sinkronisasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah, peran masyarakat sangat dibutuhkan agar pemerintah mampu lebih disiplin dalam bekerja.

Salah satu peran masyarakat yang sangat dibutuhkan adalah pengawasan terhadap program-program pemerintah. Utamanya yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.

“Perlu pengawasan dari masyarakat. Misalnya DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Sekarang pemerintah (pusat) minta datanya diubah setiap bulan. Masyarakat bisa pantau dan laporkan saja kalau ternyata ada yang tidak sesuai,” papar Wagub Jateng Gus Yasin.

Dalam kunjungan, Wagub Jateng Taj Yasin menyerahkan bantuan RTLH sebanyak 26 paket, 250 paket sembako, dan pemasangan instalasi air yang mampu mencukupi dua dusun.Media Jateng/70