artikel

Urgensi Pendidikan Bahasa Arab

×

Urgensi Pendidikan Bahasa Arab

Sebarkan artikel ini

Oleh: Drs. Siswo Purnomo, M.Pd.
Pendidik MTs Negeri 2 Banjarnegara

mediajateng.net – Bahasa Arab memiliki peranan penting baik dalam kehidupan agama Islam maupun dalam hubungan dunia internasional. Sayangnya, hingga kini sebagian besar siswa di Indonesia tidak menyukai pelajaran Bahasa Arab. Ada beragam alasan yang mereka kemukakan seperti sulit, rumit, tidak fasih, tidak lancar membaca huruf arab, tidak penting karena bukan mata pelajaran yang diujikan di UN (Ujian Nasional), dan sederet alasan lainnya. Apapun alasannya itu sah-sah saja. Dan memang demikianlah kenyataan di lapangan.

Ironis memang bangsa Indonesia yang notabene mayoritas beragama Islam, namun Bahasa Arab kurang mendapat perhatian umatnya. Hanya segelintir orang yang mampu berbahasa Arab dengan baik. Selebihnya masih terbata-bata dan bahkan masih banyak masyarakat yang belum bisa membaca Al Quran dan hadis.

Pelajaran Bahasa Arab cenderung diabaikan dan kurang mendapat prioritas. Mayoritas siswa di Indonesia masih memegang paradigma lama bahwa pendidikan di sekolah/madrasah seolah-olah hanya mengedepankan mata pelajaran umum terutama mata pelajaran yang di ujikan di UN. Sedangkan mata pelajaran Agama Islam: Fikih, Akidah Akhlak, Al Quran Hadis, SKI, dan Bahasa Arab dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai mata pelajaran pelengkap saja.

Bila paradigma yang dipakai adalah paradigma sekuler, sudah barang tentu mata pelajaran Agama Islam kurang menarik. Pasalnya mata pelajaran Agama Islam, termasuk di dalamnya adalah Bahasa Arab, tidak menjanjikan keuntungan secara materil-keduniaan dan jangka pendidk. Namun bagi orang yang memiliki akidah kuat serta memegang prinsip Islam dengan istikamah, akan berpikir bahwa menuntut ilmu hukumnya wajib. Baik ilmu umum mupun ilmu agama. Oleh karenanya, menuntut ilmu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya tanpa membeda-bedakan karena semua yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt.

Ulama sepakat bahwa menuntut ilmu agama hukumnya fardu `ain. Artinya wajib bagi setiap orang Islam yang sudah balig baik laki-laki maupun perempuan. Maka, orang yang meninggalkan atau mengabaikan kewajiban tersebut akan berdosa. Ilmu agama Islam sendiri bersumber dari Al Quran dan hadis. Dimana keduanya berbahasa Arab. Oleh karenanya, orang yang ingin menguasai ilmu agama Islam sudah barang tentu harus menguasai Bahasa Arab.

Tanpa didukung penguasaan Bahasa Arab yang memadahi, orang akan kesulitan memahami isi dan kandungan Al Quran dan hadis. Dengan begitu, akan sulit pula menguasai ilmu agama Islam dengan baik lantaran tidak menguasai bahasa sumbernya yaitu Bahasa Arab.

Akkawi (1987:2) menulis bahwa amirul mukminin Umar Bin Khatab r.a. berkata: “Hendaklah kamu sekalian tamak (keranjingan) mempelajari Bahasa Arab karena Bahasa Arab itu merupakan bagian dari agamamu.” Sementara Abdul Hamid Bin Yahya dalam Al Hasyimy (1354H:4) berkata: Aku mendengar Syu`bah berkata: “Pelajarilah Bahasa Arab karena Bahasa Arab itu akan menambah (ketajaman) daya nalar.”

Pernyataan di atas menunjukkan betapa pentingnya belajar Bahasa Arab. Bahasa Arab bukan semata-mata bahasa seperti bahasa pada umumnya, namun bagian dari agama. Hal ini dapat dipahami karena sumber ajaran Islam adalah Al Quran dan hadis, dimana keduanya berbahasa Arab. Maka mempelajari Bahasa Arab dalam rangka memperdalam agama Islam sangat urgen.

Selain itu, Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta umat manusia (Ghazzawi, 1992). Bahasa ini digunakan secara resmi oleh kurang lebih 20 negara (Arsyad, 2002:1). Bahasa Arab juga merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan dalam forum-forum resmi internasional seperti PBB, OKI, dan lain sebagainya.

Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan Bahasa Arab sangat penting untuk terus digalakkan di sekolah-sekolah/madrasah dan pondok pesantren. Bahasa Arab satu sisi sebagai bahasa internasional yang telah digunakan banyak negara, juga secara resmi diakui sebagai salah satu bahasa resmi di forum internasional. Di sisi lain, Bahasa Arab merupakan bahasa Al Quran dan hadis dimana keduanya merupakan sumber ajaran Islam.

Bahasa Arab tidak semestinya dianggap sebagai “Momok” yang menakutkan. Akan tetapi hendaknya dipersepsikan secara positif bahwa belajar Bahasa Arab selain untuk menguasai bahasa internasional juga bagian dari belajar agama yang mulia, baik di sisi manusia maupun di sisi Allah Swt. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk kendor belajar Bahasa Arab karena belajar Bahasa Arab seperti dikatakan Abdul Hamid bin Yahya di atas, juga dapat meningkatkan ketajaman nalar (akal). Semoga! (MJ/50)